Oleh: Hilwah Tsaniyah
Semenjak akhir bulan Maret kita putuskan untuk kembali ke rumah masing-masing sampai waktu yang tidak ditentukan karena berita Covid-19 telah masuk ke Indonesia. Semenjak itu pula kita tidak bertemu lagi sampai detik ini. Melihat sekilas postingan status salah satu teman di whatsapp membuatku rindu. Captionnya begini
“jadi kangen ngampus deh”.
Belajar offline di kelas, nunggu jam matakuliah di gazebo
atau masjid, beli jajan setelah pulang ngampus atau bahkan cari makan yang lumayan jauh dari tempat kita tinggal. Itu kita lakuin semua sebelum virus ini singgah ke Indonesia. Entah kapan dia akan pergi (tapi kami semua ingin
dia pergi secepatnya). Sekarang semuanya berubah, semua kegiatan serba online.
Mulai dari kelas online, nugas online, dan acara-acara seminar
atau workshop juga online.
Ngga ada lagi tuh ribut-ribut sebelum berangkat
ngampus bareng, ngga ada lagi paparazi yang ngambil foto pas ada yang
ketahuan tidur di kelas, ngga ada lagi chat whatsapp yang nanya “kamu
di mana? Dosennya udah dateng nih”atau obrolan ringan setelah jam kuliah
yang bingung mau makan apa dan di mana. Rutinitas itu semua sekarang udah berganti
jadi“ingetin aku ya kalau udah mau deadline pengumpulan tugas” atau “nanti
kalau zoomnya udah mulai kabarin aku ya”.
Ada yang bilang kalau kebersamaan yang sesaat akan
terasa lebih berarti dibandingkan dengan perpisahan yang tiada pertemuan. Tapi bukan
tiada pertemuan mungkin memang tidak sekarang tapi nanti. Nanti setelah semua keadaan
kembali normal.



