LANGIT DAN DO’A
Oleh: Dimas Indra Pratama
Salah satu nasehat yang paling saya suka dari guru saya yaitu, Perbanyaklah berdo’a dan meminta jangan bosan-bosan karena tidak ada permintaan yang ditolak oleh Allah, kita tinggal minta dan meminta itu adalah bagian ibadah. Orang yang tidak minta sombong dan Allah suka jika diminta oleh hambanya, kadang kita minta saja lupa, rasa sudah punya semua maka minta kepada Allah agar kita selalu mendapatkan petunjuk. Rasulullah saw juga bersabda, jika seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah tatkalah ia sedang sujud, maka perbanyaklah berdo’a pada saat itu.
Setiap perjalanan yang dikasih harapan, setiap jalan yang kamu sering keluhkan pada saatnya jalan itu akan membawamu pada tujuan indah, yang kamu do’a kan setiap sujud dan akan terwujud. Untuk kali ini aku mendo’akan diriku sendiri, semoga setelah apa yang sudah terjadi dan berlalu akan diberi kelapangan hati untuk menerima semuanya. Dan pada akhirnya diri sendiri akan mengusahakan semuanya dengan untaian do’a yang kulangitkan. Kalau disetiap perjalanannya sempurna nanti kita lupa caranya berdo’a.
Untuk segala sesuatu yang sedang diperjuangkan dan diusahakan semoga senantiasa Allah mudahkan, Alhamdulillah secapek apapun jangan lupa bersyukur. Akan selalu kurang jika standar bersyukurnya adalah nikmat orang lain, jadi mulailah bersyukur dengan segala bentuk takdir yang sudah ditetapkan darinya. Qodarullah setiap perjalanan rencana yang telah kita susun dengan rapi jika itu tidak menjadi kenyataan, percayalah. Ketetapan yang terbaik sudah Allah atur jauh lebih indah dari apa yang kita rencanakan. Ada banyak warna dihidup ini, yang kamu kita perlu hanyalah tetap membuka mata dan mensyukurinya, ada kata-kata yang saya suka yang mengatakan kalau bumi itu tenang, yang berisik adalah mereka yang tidak mencintai takdirnya.
Ingat dan percayalah setiap perjalanan yang membawa mu cepat ataupun lambat, do’a akan sampai diwaktu yang tepat. Tidak ada manusia yang sedang baik-baik saja, semua orang lagi berjuang dengan ujiannya masing-masing, dan hidup bukanlah tentang siapa yang lebih dahulu mencapai garis finish, melainkan tentang bagaimana kita menikmati perjalanan dengan sabar dan ikhlas. Apapun yang kita lempar akan kembali pada mu, maka pastikan apa yang kita itu adalah kebaikan agar kebaikan itu akan menuju kembali kepadamu.
Bagian terindah dari sebuah do’a adalah dia boleh dilangitkan oleh siapapun, bahkan bagi seorang pendosa sekalipun. Mungkin disetiap do’a tidak mengubah duniamu, tetapi yakinlah dia akan mengubah cara memandang dunia. Jangan pernah kecilkan do’a itu, sekalipun kau tidak layak mendapatkan do’a tersebut. Jangan pernah merasa tidak pantas, karena kita meminta kepada Dzat yang pantas memberi kepada siapapun dan pada akhirnya, doa menjadi bahasa yang paling indah pada saat ini.



