Oleh: Binti Rohmatin Fahimatul Y
Setidaknya,
Aku
pernah menuliskan baris kata,
Dengan
ruh nama kamu di dalam nya.
Menggubah
secawan tinta menjadi pustaka
Walau,
Kata tak
sampai,
Pada
bicara,
Biar
menguap saja,
Bersama
seuap kopi pagi,
Biarlah
berevaporasi,
Untuk kembali
berkondensasi atau tidaknya, terserah proses oleh sang cuaca
Pada
akhirnya,
Kata
“masih” sedang bermula,
Di
tengah-tengah utopia,
Mencoba
bersahabat dengan definisi yang memaknai nya
Menemani
interval waktu mengurai rangkaian peristiwa
Bisakah
engkau kembali?
Memeriahkan
sunyi sanubari,
Aku
sadar, sekian masa telah aku ingkari
Akankah
maafku akan engkau terima?
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Author
Post Views: 4
