LASI

Oleh: Binti Rohmatin Fahimatul Y

 

Setidaknya,

Aku
pernah menuliskan baris kata,

Dengan
ruh nama kamu di dalam nya.

Menggubah
secawan tinta menjadi pustaka

 

Walau,

Kata tak
sampai,

Pada
bicara,

Biar
menguap saja,

Bersama
seuap kopi pagi,

Biarlah
berevaporasi,

Untuk kembali
berkondensasi atau tidaknya, terserah proses oleh sang cuaca

 

Pada
akhirnya,

Kata
“masih” sedang bermula,

Di
tengah-tengah utopia,

Mencoba
bersahabat dengan definisi yang memaknai nya

Menemani
interval waktu mengurai rangkaian peristiwa

 

Bisakah
engkau kembali?

Memeriahkan
sunyi sanubari,

Aku
sadar, sekian masa telah aku ingkari

Akankah
maafku akan engkau terima?


Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp