MENJEMPUT RINDU

Oleh: Mutiara Rizqy Amalia

 

Fajar mulai menampakkan kehadirannya
dalam buai rindu

Pelita telah datang menunjukkan
kegagahan yang menghujam kalbu

Perbukitan penuh dengan gundukan
batu

Bunga terdiam di baliknya tersipu
malu

Babatan perkebunan meminggir di
jalanan

Semakin kering

Tak ada lagi angin sepoi menyejukkan

Yang ada hanya ridho

Bagi siapapun yang mau menjemput

Tangan bertadah dan saling berpaut

Menghamba dengan penuh rasa takut

Lalu mencoba melepas hal yang tak
patut

Pantaskah akal bersanding dengan
hati yang kusut

Percaya diri hadir atas rahmat-Nya

Berlarian menerobos ilalang yang
terhampar

Menyingkap seluruh tetumbuhan di
depan mata

Masih antara hamba dengan Tuhan

Dan masih antara doa dan harapan

Melayang jauh tinggi terhempas

Hilang bersama angan yang dirindu


Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp