Nada Perjuangan

Oleh : Zainuddin

Melekat rasanya ingatan yang begitu tajam

Menghujam bagai bebatuan angkasa tiba-tiba datang

Inginku berbaur bersama rembulan

Bercerita keluh kesah tentang mimpi-mimpi ku semalam

Ku curhatkan pada pelupuk awan

Bagaimana ku berjuang, laksana banjir kesedihan

Hampir tertatih, namun ku telah terlatih

Berlari, mengejar anganmu yang tak mungkin ku genggam

Sontak bulan menyela proses ku bercerita

Dia bertanya kepadaku, siapa sebenarnya dia?

Dia adalah khayal yang tak pernah dapat ku kejar

Dia adalah fatamorgana, dan tak pernah nyata 

Bahkan lambaian itu masih terasa bagi yang merasa

Kala itu mentari tenggelam, ku meneteskan air mata

Tersenyum bersamaan dengan rasa yang tersisa

Di dermaga, ku titipkan selembar pesan 

Selembar pesan yang bertuliskan “nada perjuangan”

Link Gambar : https://images.app.goo.gl/RfrAjUqCqJiukLAL7

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp