Oleh: Binti Rohmatin Fahimatul Y
Tiada teman bercakap
Penjagaan pun ketat terhadap semua sikap
Hanya saja ruang seakan tak beratap
Semua harap, melambung tinggi menembus langit-langit tanpa sadap
Pekan Maria
Sepi tiada arti ketika hati tertaut menyebut telaga berbentuk kata
Mengeja lukisan yang tiada usai, selalu
kehabisan tinta
Risau enyah sudah tatkala kasih menyeruak atma
Asa masih menyapa, menyumbang sebuah nyala
Bukan kehendak celah, jadi tiada berserah
Bukan ego untuk meretas arah langkah
Bukan pula, tahap distorsi terhadap hari-hari yang dibilang tiada
memiliki sebilik cerah
Mungkinkah ini tentang takdir?
Ataukah tentang hidup,?
Tentang curah hujan nan tinggi dan laut?
Perahu dan badai?
Ataukah rona sketsa dalam lembar kosong?
Pekan Maria
Dua kali tujuh mungkin saja kau jawab empat belas,
Tapi dua kali tujuh tidak selalu hitungan matematika yang terhitung
hanya dalam sekilas
Dan dua kali tujuh, kini menjelma seribu masa yang tanpa bisa
terhempas,
Terbayang, hingga senyum tersimpul di akhir nafas
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
