SEIMAN TAPI TAK SEAAMIIN

Oleh : Daiyatul Choirot


Tentang sebuah amanat yang pernah tersampaikan kepada tuannya

Tentang sebuah ikrar yang pernah terlontar langsung kepada intannya

Tapi itu dulu…

Jauh sebelum mengenal apa itu nyeri di hati

            Saat ku masih menjemput
rasa sepimu

            Saat ku masih membawa
lilin sebagai penerangmu

            Saat ku masih tertawa
geli tak jelas atas isi pesanmu

            Ingat…tapi itu dulu

Namun setelah kutahu jika hatimu telah bertuan

Kata-kata dari tukang parkir yang dulu kuabaikan kini kuterapkan

“Mundur yok” kelihatannya kata-kata tersebut perlu dibintangi

Apresiasi kata yang tak terduga memang

            Kedatanganmu hanya
disaat kau butuh

            Aku bukan permainanmu
maupun tamanmu

            Yang bisa kau hampiri
saat kau tidak merasa nyaman

            Bukan juga sandaran
curhatanmu disaat kau luka

Tapi bukanku ingin menjauh

Sekalipun kutahu kedatanganmu membawa sebongkah kesedihan

Namun seakan tak ada rekam jejak jelek di memoriku

Tapi kusadarkan diriku jika kita memang seiman tapi bukan seaamiin


Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp