Seseorang yang Selalu Mengusahakan yang Terbaik untuk Orang di Sekitarnya

Oleh: Ahmad Nashrun Al ‘Abid

Di sebuah perkotaan yang padat penduduk hiduplah seseorang yang bernama Adi, dia merupakan anak pertama dari 3 bersaudara dan dia berasal dari keluarga yang sederhana. Kini dia sedang bekerja untuk membantu ibunya membiayai adik-adiknya
yang masih sekolah. Dia berharap bahwasannya semoga kelak ketika adik-adiknya sudah dewasa kehidupannya bisa lebih baik dari dirinya.

“Ari, kamu kuliah yang bener yaa biar kamu enggak kayak kakakmu ini yang belum bisa jadi apa-apa“, sambil memegang pundak adiknya itu. “Tapi kann kakak udah hebat sudah bisa sejauh ini kakak jangan merendah gitu dongg, kan aku bisa sejauh ini juga berkat usaha dan do’a kakak“, sambil bercanda kepada kakaknya itu. Adi hanya bisa senyum-senyum dan terharu melihat adiknya ini ternyata sudah besar dan dewasa.

Pada suatu hari tiba-tiba dia ditelpon oleh ibunya untuk datang ke sekolah adiknya yang ketiga yang dimana jaraknya cukup jauh dari tempat dia bekerja. Tetapi dia tetap berangkat untuk mengetahui apa yang terjadi oleh adiknya itu. Setelah dia datang dia diarahkan untuk menemui adiknya yang ternyata sedang berada di UKS dan melihat wajahnya sudah bonyok dan dilihat dari tatapannya dia sedang menahan rasa sakit daribetadine yang diberikan di wajahnya agar lukanya bisa segera sembuh.

Adi bertanya kepada adiknya itu yang baru saja masuk SMP. dengan nada pelan tetapi tegas sambil mengusap kepalanya dia berkata
“Apa yang telah terjadi padamu dik?, siapa yang melakukan ini kepadamu?“.
Adiknya yang bernama Aji itu hanya menjawab pelan “Tidak ada apa-apa kak hanya berkelahi kecil saja maklum namanya juga anak muda“ sambil memperlihatkan
senyumannya yang manis dan lebar ke kakakknya yang padahal sedari tadi sudah mengkhawatirkannya.

“Dengar ya ji kakak gak ingin kamu berkelahi hanya karena hal sepele yang itu bisa merugikan dirimu terutama dan juga oaran lain, kita kan juga sudah diberi nasihat oleh ayah kita bahwasannya ‘kalau kita tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain paling tidak setidaknya juga jangan merugikan orang lain’ kamu harus ingat selalu nasihat ini”. Nasihat itu dikatakan oleh ayahnya sebelum dia pergi meninggalkan mereka bertiga.

Saat dia sedang masih dalam perjalanan pulang mengantarkan adiknya pulang ke rumah dia mengatakan “Ji kamu boleh membela suatu hal yang kamu anggap benar, tetapi perlu kamu ingat juga bagaimana kamu membela suatu hal itu apakah sudah baik atau belum, didunia ini kita sering menemukan orang-orang yang ingin membela ataupun membenarkan suatu hal tetapi dengan cara yang salah atau bahkan menganggap cara yang mereka lakukan sudah benar dan tidak memperhatikan dampak yang mereka berikan juga kepada orang lain” sambil meyakinkan adiknya bahwasannya didalam hidup ini tidak dilihat dari pandangan kita saja, kita juga perlu untuk melihat suatu hal dari pandangan orang lain karena sejatinya kita hidup disini sebagai makhluk sosial yang hidu berdampingan dengan orang lain juga.

“Jangan pernah sekalipun kamu melupakan kalimat ini yaitu ‘berpikir terlebih dahulu sebelum malakukan sesautu’ kalimat itulah yang membuatku bisa sejauh ini” dia tidak ingin adiknya memiliki masa depan yang buruk seperti dirinya.

Masih berlanjut di tulisan yang selanjutnya

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp