Oleh: Baedt Giri Mukhoddam Billah
Jikalau kata orang kisah cinta itu sangat memerlukan sebuah perjuangan yang nyata, apa saja yang dikorbankan itu tak sebanding dengan siapapun, dan menjunjung tinggi nama kesetiaan. Khususnya pada zaman ini, kisah-kisah cinta yang terekspose hanyalah berlatar belakang buruk dan tidak, yang kemudian dijadikan bahan gombal untuk ajang memperebutkan hati seorang pasangan tersebut. Dengan menyinggung hal-hal respektif, maka perhatian pasti akan tertuju pada hal tersebut.
Harusnya perjuangan cinta tidak sesempit antara luka dan duka saja. Harusnya ada cerita-cerita baru yang terhindar dari latar-latar yang berbau negatif. Memang kisah cinta Laila dan Majnun merupakan kisah cinta yang bagusnya hampir tidak bisa diperdebatkan lagi. Akan tetapi kisah ini adalah salah satu kisaah cinta yang tidak direstui dan berakhir menyedihkan. begitu juga dengan romeo dan juliet, suatu kisah yang dibangga banggakan sejuta umat, tapi berakhir mengenaskan.
Dengan begitu memunculkan pemikiran bahwa kisah cinta itu harus dimulai dengan latar tragis. Yang mana pihak laki-laki memulai dengan berpenampilan ala Badboy, dan pihak perempuan mulai berpaling dari panutan baiknya. Perlu digaris bawahi, bahwasannya segala yang didasari oleh keburukan, pasti juga berakhir dengan keburukan. Seperti halnya membangun rumah dengan material curian, yang mana pada kemudian hari berakhir dengan digusurnya rumah tersebut karena ada pembuatan jalan tol.
Begitu juga sebaliknya, apa saja yang dimulai dengan kebaikan, maka berakhir juga dengan kebaikan. Dengan logika ini harusnya kita lebih berpikir realistis terhadap kisah apa yang ingin kalian buat. Benar saja berbuat baik itu kelihatannya merugikan, akan tetapi ketika diresapi lebih dalam maka rasanya akan luar biasa. Jika kita perhatikan kisah cinta orang yang didasari dengan latar belakang baik, maka akhirnya pun juga indah. Tidak hanya manis diawal sepet diakhir. Contoh saja kisah cinta Rasulullah ﷺ dengan sayyidah Khodijah. Berawal dari hanya dengan rekan kerja dalam suatu perdagangan. Kemudian dilanjut dengan pernikahan beliau, hingga berlanjut sebagai mujahid dalam memperjuangkan agama Allah.
Jika memang sudah didasari oleh kebaikan, sepahit-pahitnya kopi akan terasa manis, dan semanis manis nya mangga tidak akan membuatnya diabetes. Menjadikan kedua belah pihak menjadi sebuah pribadi yang lebih baik dengan hubungan tersebut. Jika banyak yang mempertanyakan apa cinta sejati itu, ialah cinta yang membuatnya lebih baik.
Berkaitan orang dengan orang baik, orang yang kelihatan giat belajar, taat peraturan, dan tak suka melanggar aturan. Dalam hati kecilnya pasti ingin untuk dicintai dan diperhatikan. Ia juga butuh seseorang yang bisa diajak bicara agar bisa mengutarakan isi hatinya sekaligus mengobati luka luka yang telah lama ia pendam. Mungkin bebereapa banyak orang seperti ini bersifat pendiam, yang mana pada pikirannya ia olah agar tidak menyakiti orang lain, sekecil apapun itu. Betul saja ia takut mengutarakan nya, karena ia juga takut melukai pihak yang lain.
#savegoodperson



