Terlalu Indah Dilupakan

Sumber foto: islampos.com

Oleh: Muhammad Naufal Hanafiah

 

Kala
itu di suatu pagi

Hendak
melangkah menghadiri

Sebuah
acara bertajuk religi

 

Yah,
bisa dibilang aku kesiangan

Tatkala
sampai, manusia laksana lautan

Aku
pun turut tenggelam dalam lautan

 

Kesal,
capek, gerah, panas semua menjadi Satu

Mungkin
banyak yang tak bisa dijabarkan satu-satu

Terjebak
dalam lautan yang seolah-olah buntu

 

Tatkala
masih terjebak dalam genangan

Ada
gelombang manusia merangsek dari belakang

Berusaha
menembus dan membelah lautan

 

Sejenak
kupandang gelombang itu

Kurasa
kesal sebab begitu ngototnya gelombang itu

Seakan
tak melihat bahwa manusia yang lain pun seakan buntu

 

Dan
sosok itupun datang

Ikut
tergabung dalam gelombang

Tak
sengaja kami bertemu pandang

 

Mungkin
berlebihan, tapi aku sempat membeku

Tiba-tiba
ia melempar senyum

Ragaku
semakin kaku dan terpaku

 

Kutundukkan
pandangan takut besar rasa

Namun
penasaran, kuangkat lagi pandangan

Bertemu
lagi pandangan dan kembali ia lempar senyuman

 

Ah,
aku tenggelam kali ini

Dalam
mata yang begitu indah menawan hati

Ditambah
senyuman yang amat manis

 

Usai
acara pun sepertinya aku masih tenggelam

Sosoknya
masih jelas dalam pikiran

Dia
terlalu indah untuk dilupakan

 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp