Oleh Mahrotul Fithonah
Ketika gelap menjelma bait-bait rindu
Gemuruh hujan mengusik lelapku
Ku bergegas pergi menghadap-Nya
Meluapkan rasa, berbincang pada sang pencipta
Hingga tangis dan tawa menyatu disana
Kini ku mulai tahu
Gumpalan doa yang senantiasa kita langitkan itu
Adalah benang takdir yang perlahan terjalin
Melayang pelan bersama sapuan angin
Ku akan terus berdoa, hingga Sang Pencipta
Menitipkan bahagia yang kurindukan
Berharap semesta turut mewujudkan
Tentang harapan-harapan yang selalu dilangitkan
Menunggu memang merisaukan
Mungurai resah dipeluk kerinduan
Namun, di sini tetap menantikan
Tentang kita yang saling memantaskan
Malang, 7 September 2024
Author
Post Views: 27