TANGIS HARU DI KAMPUS TUA
Oleh: Khoirul Umam
Di sudut kampus yang tua,Duduk seorang mahasiswa,
Lembar-lembar ilmu terbuka,
Diatas meja penuh cerita.
Air mata mahasiswa jatuh berderai,Bulir-bulir air mata
Berlinang bagai rintikan hujan,Laksana permata yang terlepas dari singgasananya, Bulir bening Mengalir di wajah yang lelah, untaian Mata sembab,di kalbu yang terkoyak , Menjadi cerminan dari sebuah usaha yang tak terhingga.
Tiap deraian…Tiap bulir tetesan,mengisahkan salik sebuah perjalanan,
Dari malam-malam yang dilalui tanpa lelap,
Dari tumpukan segunung tugas yang terus menerus berdatangan,
Dari mimpi dan asa yang tak pernah padam.
Air mata ini Bukan lambang kelemahan,melainkan simbol yang bermakna
kegigihan,ketabahan, Dan Tanda keberanian dalam menghadapi tantangan,rintangan dan cobaan, Dalam menuntut ilmu sampai akhir zaman.
Ketika hari kelulusan tiba nanti,Butiran Air mata itu akan bersaksi,
Bahwa setiap tetesnya adalah sebuah kebangaan diri,harga diri,
Dari seorang mahasiswa yang berjuang demi pengetahuan sejati.