Sunyi
oleh Nazar Junio
Jika hanya melihat hadirmu, hatiku bersemi.
Jika saat mendengar namamu, jiwaku berseri.
Jika sekadar mengingat tentangmu, diriku tertawa.
Lantas, apakah aku salah mendefinisikan ini sebagai cinta?
Bukan keinginanku menanam rasa pada dirimu,
Hatikulah yang diam-diam memilihmu.
Cinta ini memang tak salah,
hanya waktu yang belum searah.
Lebih baik hati ini bersuara,
menyebut namamu dalam hening doa,
mendamba restu di sunyi yang pilu,
agar rasa ini tetap jernih selalu.
Maka mencintaimu dalam diam
adalah keterpaksaan yang harus kupendam,
meski rasa meronta untuk berkata
aku memilih setia pada waktu dan doa.
Kutulis ini saat hujan mengguyur pelan,
membawa sunyi yang tak bisa aku lawan.
Dalam rintiknya kusembunyikan namamu,
dalam diam yang tetap mencintaimu.
satu Respon
antar bait nya minta tolong diberi jarak