Masihkah Merdeka Berarti?

Masihkah Merdeka Berarti?

Oleh: Hasna Azizah Azzahra

Tujuh belas Agustus,
bendera naik pelan dengan iringan lagu,
anak-anak lomba makan kerupuk
di tengah gang sempit penuh semangat hidup.

Tapi di ujung kota sana,
kerupuk pun mewah bagi yang belum makan sejak pagi,
sementara pejabat sibuk bagi-bagi nasi
lalu pulang dengan senyum dan selfie.

Merdeka, katanya
Tapi ijazah masih kalah harga dari koneksi,
orang pintar diminta diam,
asal orang dalam tak terganggu kursi.

Rakyat disuruh cinta tanah air,
tapi tanahnya dijual ke yang tajir,
hutan ditebang demi mercusuar impian,
dan nelayan disuruh pindah demi nama kemajuan.

Namun, kami tetap berdiri di bawah langit yang sama,
karena cinta kami bukan pada penguasa,
tapi pada ibu yang mengajar anaknya membaca,
pada bapak yang memanggul beras dengan peluh dan doa.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp