Rindu

Rindu

Oleh: Muh. Sabilar Rusydi

Rindu,

Aku pernah bertanya pada rindu

Bagaimanakah dia tercipta

Untuk mengundang temu

Di kala jarak memisah

Rindu terdiam,

Namun tersenyum mesra

Menyentuh dada, mengisinya cinta

Seolah aku bertemu denganmu dalam senyuman pertama

Rindu, mempertemukan aku dan kamu di kala jauh

Merasakan Kembali sentuhan tutur lembutmu

Yang merekahkan bunga harapanku

Yang telah kering, lama tak terbasahi oleh senyum manismu

Jangan tanyakan bagaimana rindu tercipta

Bila hari dan malammu adalah sama

Sebab rindu hadir dalam jiwa yang terpisah

Bagai Matahari dan rembulan yang melambai kala senja

 

Rindu, menjaga kita dalam jelmaan untaian do’a

Bagai riuh hujan deras yang terjun tanpa henti

Sengaja  tergelincir, mengecup pipi dalam sunyi

Merayu-Nya agar rindu kita hadir dan direstui

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp