KATA KEMERDEKAAN HANYA SEBATAS FORMALITAS?

      KATA KEMERDEKAAN HANYA SEBATAS FORMALITAS?

Oleh Nafisah

 

Kami kembali merayakan sebuah kebebasan yang diperjuangkan Perjuangan penuh rasa bersalah dan airmata yang terbuktikan Yang katanya pengorbanan yang tak berkesudahan dan akhirnya mendapat kemerdekaan Kebebasan yang lama didambakan, berharap rakyat jauh dari kesengsaraan, Tapi apakah sekarang kami benar benar mendapat kebebesan? Apakah kami benar benar mendapat hak yang dijanjikan? Atau apakah kami adalah rakyat merdeka yang seperti orang orang katakan? Apakah semua ini kemerdekaan atau taktik lain dari penjajahan?

 

Ayah ku pernah bilang, bahwa ketika dewasa untuk menjadi orang yang rela berjuang dan taat pada aturan, tapi sekarang aku sadar bahwa kalimat itu yang selalu dikatakan orang dewasa pada seorang anak yang tak mengerti apa itu keadilan. Dari belanda hingga jepang dan apakah sekarang kami berhadapan dengan hewan kotor yang tak tau aturan?

 

Mana keadilan yang katanya akan kita dapat? Mengapa sekarang penjajah duduk dengan rapi diruang rapat? Dan berangkat ke kantor dengan mobil pejabat? Apa yang harus kita lakukan sekarang pada orang orang yang memakan uang rakyat? Bagaimana kita menyelamatkan rakyat yang tak terkena bantuan dan keluhan keluhan yang tak terdengar jika tidak dengan cuan? pada masa ini maka mana orang orang penuh janji yang lampau berebut suara kami? Yang haus validasi dan gencar untuk kami pilih

 

 Pada siapa kami harus percaya bahwa kami baik baik saja? Maka apa yang kami rayakan atas kemerdekaan negara ini? kemerdekaan macam apa yang pernah kami rasakan?, haruskah kami berharap pada ketetapan yang semakin menjauh dari akal sehat? Dan apakah harapan kami akan di indahkan dan di lihat oleh mereka yang mendapat tunjangan jutaan diatas rakyat yang kelaparan, Kami hanya ingin keadilan.

 

Pondok Pesantren Darun Nun

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp