Berdamai dengan Garis-Nya

Oleh Mahrotul Fithonah

lika liku tuhan memang tak pernah bisa dipungkiri
ia menuntunku, bahkan saat aku tak ingin mengerti
menjadi jejak yang diam diam mengajari
asumsi yang dulu kian memenuhi, sekarang luruh menjelma kenangan yang sepi

Tuhan tahu,,
bagaimana takdir yang pantas kulewati
bagaimana rasa yang diam diam terpupuk di hati
bagaimana ikhtiar yang harus kuperjuangkan hingga nanti
serta bagaimana kenangan yang akan kuukir kembali

Dari semua yang datang dan pergi
aku mulai belajar memahami diri
Aku pernah jatuh pada yang kuanggap pasti
padahal ia hanya singgah lalu pergi
Aku pernah menggenggam sekuat mungkin
hingga lupa, tak semua harus dimiliki

Kini aku mulai lelah berharap pada yang fana
lelah menggantungkan diri pada rasa yang tak bernyawa
tak lagi kugantungkan harapan pada yang tak pasti
kini aku berdiri, cukup dengan diri sendiri
sebab saat semua pergi dan tak kembali
tuhan tetap ada, bahkan sebelum aku menyadari

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp