Oleh: Muhammad Thoriq Abdul Jabbar
Di balik pintu yang kini tertutup,
Terukir kebahagiaan dan candanya tawa.
Disini, aku melihat atap yang sama,
Dan memandang lampu yang sama.
Aku rindu panggilan dari ayah,
Suara ibu memanggil makan.
Aku rindu tangisan adek,
Pelukan hangat yang tak terhingga.
Jarak ini adalah ujian,
Untuk hati yang merindu.
Namun, di setiap do’a dan dukungan,
Kalian selalu ada di sampingku.
Biarlah waktu menjadi saksi,
Bahwa rindu ini tak akan mati.
Sampai kita berkumpul kembali,
Di balik pintu yang terbuka,
Menyambut rindu yang tak terhingga.







