Pagi, untuk Senja

Oleh: Aas Siti Aisah

aku pagi,
serpihan cahaya yang menyelinap dari ufuk,
belum sepenuhnya terang,
tapi cukup untuk berbisik: aku datang.

kadang aku bertanya pada angin,
di ujung malam mana kau menunggu,
menyimpan namaku
di lipatan jingga yang perlahan pudar.

aku belum tahu wajahmu,
belum pernah mendengar suaramu,
tapi aku percaya,
bahwa kau nyata,
menjaga api kecil itu tetap hidup
walau gelap datang lebih dulu.

jalanku memang tak selalu cepat.
kadang tertahan mendung,
kadang tiba lebih lambat dari yang kau kira.
tapi aku terus berjalan,
sebab di ujung sana,
ada senja yang sedang belajar percaya
bahwa pagi itu benar adanya.

untukmu yang masih menanti
semoga luka yang singgah
bukan mengajarimu takut,
tapi mengajarimu mengenali,
siapa yang pantas kau sambut.

aku pun sedang bertumbuh,
menjadi pagi yang bukan sekadar terang,
tapi juga hangat yang bertahan,
yang tak pergi
hanya karena awan lewat sebentar.

jika suatu hari kita berjumpa,
semoga kau datang bukan sebagai pelarian,
dan aku akan menjadi seseorang
yang memang sengaja menyambutmu,
untuk membawamu pulang.

Pondok Pesantren Darun Nun

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp

Berita & Karya Terbaru