Dulu Main di Luar, Sekarang Main di Layar:Perubahan Masa Kanak-Kanak Gen Alpha

Oleh: Chusbi Aura

Kalau membicarakan masa kecil, setiap orang pasti punya cerita yang berbeda. Ada yang masa kecilnya dihabiskan dengan bermain bersama teman di depan rumah, bersepeda, petak umpet, atau sekadar duduk dan ngobrol sampai sore. Tapi kalau melihat anak-anak sekarang, suasananya sudah cukup berbeda. Banyak anak yang sejak kecil sudah terbiasa dengan smartphone, tablet, YouTube, dan game. Hal ini banyak terlihat pada Generasi Alpha, yaitu generasi yang sejak lahir sudah berada di tengah perkembangan teknologi.

Dulu, ketika ingin bermain, kita biasanya harus keluar rumah dan mencari teman. Tidak ada smartphone yang bisa digunakan untuk menghilangkan rasa bosan. Kalau ingin bermain, ya harus bertemu langsung dengan teman. Dari bermain bersama seperti itu, kita sebenarnya belajar banyak hal tanpa sadar. Kita belajar bekerja sama, belajar berbagi, belajar bergantian, bahkan belajar menyelesaikan masalah ketika ada teman yang tidak mau mengalah. Walaupun permainannya sederhana, pengalaman seperti itu bisa menjadi bagian dari kenangan masa kecil yang sulit dilupakan.

Sekarang, anak-anak tidak perlu keluar rumah untuk mencari hiburan. Cukup dengan satu smartphone, mereka bisa melakukan banyak hal. Mau menonton tinggal buka YouTube, mau bermain tinggal pilih game, dan kalau ingin mencari sesuatu juga bisa langsung mencarinya di internet. Bahkan untuk belajar pun sekarang banyak tersedia video dan aplikasi yang menarik. Menurut saya, ini sebenarnya bukan hal yang buruk. Justru teknologi bisa membantu anak belajar dan mengenal banyak hal yang sebelumnya mungkin tidak mereka ketahui.

Masalahnya muncul ketika penggunaan gadget sudah terlalu berlebihan. Karena terlalu nyaman bermain dengan layar, anak bisa jadi lebih jarang bermain di luar atau bertemu langsung dengan teman. Ada anak yang ketika bosan langsung mencari HP, ketika makan ingin sambil menonton, bahkan ketika sedang berkumpul dengan keluarga pun masih sibuk dengan layar. Kalau sudah seperti itu, gadget bukan lagi sekadar alat untuk hiburan, tetapi mulai menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Tapi menurut saya, kita juga tidak bisa langsung mengatakan bahwa Gen Alpha sekarang memiliki masa kecil yang lebih buruk hanya karena mereka lebih sering menggunakan gadget. Zaman memang sudah berubah. Kalau dulu permainan di luar menjadi hiburan utama karena belum ada teknologi seperti sekarang, anak-anak Gen Alpha justru tumbuh ketika teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan. Mereka mungkin tidak punya pengalaman bermain yang sama dengan generasi sebelumnya, tetapi mereka punya pengalaman lain yang tidak dimiliki generasi dulu.

Karena itu, menurut saya yang paling penting bukan melarang anak menggunakan gadget sama sekali. Teknologi juga punya banyak manfaat dan pasti akan terus digunakan dalam kehidupan mereka. Yang penting adalah bagaimana penggunaannya. Anak tetap perlu diberi waktu untuk bermain di luar, membantu orang tua, membaca, dan berinteraksi langsung dengan teman atau keluarga. Jadi, waktu menggunakan gadget tidak mengambil seluruh waktu mereka untuk melakukan kegiatan lain.

Di sinilah orang tua juga punya peran yang cukup besar. Anak biasanya belum bisa menentukan sendiri kapan harus berhenti bermain HP. Jadi, orang tua perlu memberikan batasan sekaligus memberikan contoh. Kalau orang tua ingin anak tidak terlalu sering bermain gadget, orang tua juga perlu menunjukkan kebiasaan yang sama. Selain itu, daripada hanya mengatakan “jangan main HP”, mungkin akan lebih baik jika anak diajak melakukan kegiatan lain yang tidak kalah menarik.

Menurut saya, sebenarnya tidak ada yang salah dengan anak zaman sekarang yang suka bermain game, menonton YouTube, atau menggunakan gadget. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai semua kesenangan mereka hanya berasal dari layar. Anak tetap perlu merasakan bagaimana serunya bermain bersama teman, berlari-larian di luar, tertawa bersama, dan pulang ketika hari mulai sore. Hal-hal sederhana seperti itu mungkin terlihat biasa, tetapi justru bisa menjadi kenangan yang mereka ingat ketika sudah dewasa.

Pada akhirnya, setiap generasi memang mempunyai cerita masa kecilnya sendiri. Anak-anak dulu tumbuh dengan permainan di luar, sedangkan Gen Alpha tumbuh bersama teknologi. Menurut saya, kita tidak perlu memilih salah satunya. Keduanya bisa berjalan bersama. Anak tetap bisa mengenal teknologi, tetapi juga tetap punya waktu untuk bermain dan berinteraksi secara langsung. Karena masa kecil seharusnya bukan hanya tentang berapa lama anak menggunakan gadget, tetapi juga tentang seberapa banyak pengalaman yang mereka dapatkan dan kenangan yang mereka buat.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp