“Assalamualaikum, kamu apa kabar?”
Pesan dari seorang pria yang kembali datang menulis kisah dalam setiap langkah
Akan berakhir seperti apa lagi, aku sendiri tidak tau, entah gundah atau sumringah
Kadang hati ini mengeluh kesal, kenapa begitu lembut ketika tersentuh kata-katamu.
Sebatang pohon yang tinggi menjulang, akan diterpa dengan kerasnya angin yang terus bergoyang
Mungkin bisa dikatakan, aku pohon itu dan kamu anginyya
Aku yang tumubuh, berkembang, dan menguat masih ditempat dan dalam keadaan yang sama
Selama ini kamu berlalu lalang berhembus meniupku, tidakkah kamu sadari itu?
Terkadang ingin rasanya berhenti menyiksa diri
Tapi aku sadar ini semua untuk yang dinanti sebagai hal berarti yang selalu terpatri
Bertahanlah untuk sementara, karena kesedihan akan berlalu dengan caranya
Siapapun dirimu pada akhirnya, aku sangat bahagia
Entah karena ada, ataupun tiada
Karena masing-masing diantara kita akan terduduk manis menikmati swastamita
Bersama sosok terbaik yang telah ditakdirkan-Nya.
Malang, 13 Oktober 2020
Pondok Pesantren Darun Nun







