Oleh: Siti Laila ‘Ainur Rohmah
Berbicara tentang kewajiban dan tanggung jawab, merupakan dua hal yang sering membuat dilema bagi seseorang dalam memprioritaskan pilihannya. Jika kita lihat dan cermati, keduanya mempunyai keterkaitan meskipun secara definisi berbeda. Kewajiban, menuntut diri seseorang untuk melakukan sesuatu baik dengan diri sendiri maupun hubungannya dengan orang lain. Sedangkan tanggung jawab merupakan bentuk perwujudan kesadaran akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun tidak disengaja.
Kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab, seharusnya melekat dihati manusia dimana sebagai sebuah kodrati yang dibawa sejak lahir. Hal inilah yang terkadang membuat manusia lengah dan hampir putus asa ketika dihadapkan dengan berbagai ujian. Seperti halnya seorang pemimpin, dialah yang menjadi garda terdepan sekaligus pendorong bagi anggotanya. Kebijaksanaan serta ketegasan dalam jiwa seorang pemimpin, membawa pengaruh besar bagi anggotanya untuk sebuah keberhasilan yang diharapkan. Begitupula tanggung jawab yang diemban seorang pemimpin, sangatlah besar dan butuh kerjasama yang kuat dari semua anggotanya. Jika tiba saatnya pemimpin tersebut dihadapkan dengan problem kemudian menyerah, maka saat itulah sebuah persatuan dalam kepemimpinan akan goyah bahkan hancur.
Sungguh luar biasa jika manusia bisa menyeimbangkan antara kewajiban dan tanggung jawab. Karena kewajiban sendiri menjadikan seseorang sadar akan kebutuhannya baik secara vertikal (Allah swt) maupun horizontal (sesama makhluk sosial). Kemudian, rasa tanggung jawab yang tumbuh dari benak sesorang, berarti mereka memahami bagaimana pentingnya kewajiban yang diemban dan siap dengan segala resiko yang datang didepan mata. Oleh karena itu, sebagai manusia patutlah untuk selalu ingat dan sadar dengan segala kewajiban dan tanggung jawab yang ada. Karena kelak segala perbuatan dan tingkah laku yang diperbuat, akan ditanyai pertanggungjawabannya di akhirat.








