Oleh: Roy-Chan
Seseorang
Jarak tak
lagi menghilangkan wajahmu
lagi menghilangkan wajahmu
Waktu pun
sudah sering kali mengizinkanku memandang wajahmu
sudah sering kali mengizinkanku memandang wajahmu
Bahkan
jilbab yang kau pakai setiap hari aku hafal betul,
jilbab yang kau pakai setiap hari aku hafal betul,
Dengan gaya
santunmu
santunmu
Senyum tipis
melingkari bibirmu
melingkari bibirmu
Bahkan aku
tak mampu menuliskan dirimu dengan kata-kata ku
tak mampu menuliskan dirimu dengan kata-kata ku
Setiap aku
bercanda dengan ego tanpa batas, bukanlah itu sepenuhnya atas egoku
bercanda dengan ego tanpa batas, bukanlah itu sepenuhnya atas egoku
Namun
Itu menutupi
rasa maluku saat memandang lekat wajahmu
rasa maluku saat memandang lekat wajahmu
Dengan
sepotong senja yang telah aku curi disuatu sore dipinggir pantai
sepotong senja yang telah aku curi disuatu sore dipinggir pantai
Senja itulah
yang akan aku sampaikan kepadamu
yang akan aku sampaikan kepadamu
Mungkin
dirimu tak sadar sebagiamana detailnya diriku memperhatikanmu
dirimu tak sadar sebagiamana detailnya diriku memperhatikanmu
Dalam
mengarang puisi untuk mereka tak selalu aku berhasil sampai akhir
mengarang puisi untuk mereka tak selalu aku berhasil sampai akhir
Namun
Saat aku
menuliskan dirimu aku mampu mengarang dengan hati berlembar-lembar
menuliskan dirimu aku mampu mengarang dengan hati berlembar-lembar
Aku cukup
bahagia dengan adanya dirimu
bahagia dengan adanya dirimu
Walau dirimu
tak sadar bagaimana aku terus menjagamu dalam do`a-doaku.
tak sadar bagaimana aku terus menjagamu dalam do`a-doaku.








