BAHAYA NAFSU AMARAH

Oleh : Siti Laila ‘Ainur Rohmah

          Dikala hati dirundung masalah, semua yang di hadapan dianggap salah. Seperti halnya kayu yang kering, akan mudah terbakar dengan sulutan api yang ada di sekitarnya. Di dalam tubuh manusia, terdapat segumpal daging yang punya pengaruh besar dalam perilaku manusia. Segumpal daging itulah yang dinamakan hati. Jika hatinya baik, maka segala perkataan, maupun perbuatan yang diaktualisasikan menjadi baik. Namun sebaliknya, jika hatinya jelek, maka yang timbul hanyalah sisi buruk yang akan dilakukan manusia.

         Sungguh hal wajar jika manusia mudah tersulut amarahnya. Apalagi sampai tidak bisa mengendalikan nafsu amarahnya. Semua bisa hancur olehnya. Misalnya, ketika ada teman kita dipondok pesantren yang sedang merayakan ulang tahun. Ada salah satu teman kita yang sedang badmood. Tiba-tiba saja ada suara keramaian yang membuatnya teganggu. Disaat inilah dia mulai marah bahkan menimbulkan dengki hingga beberapa hari kemudian.

          Nafsu amarah inilah yang selalu mengajak kepada hal keburukan. Maka, jika orang yang tidak bisa mengendalikan amarahnya, bisa jadi imannya masih lemah dan dalam tahap diuji oleh Allah swt. Apabila orang sudah berada dipuncak amarahnya, hawanya menjadi panas. Secara batin pun akan merasa tidak nyaman. Jiwa raganya dikuasai oleh syaithan. Kondisi seperti inilah yang disenangi bangsa syaithan, karena mereka berhasil dalam menggoda manusia.

       Dengan amarah, orang seakan-akan buta terhadap sekelilingnya. Yang akrab, menjadi renggang. Yang awalnya sayang, tiba-tiba meninggalkan. Yang awalnya berteman, akhirnya menjadi lawan, dan banyak hal buruk yang ditimbulkan oleh nafsu amarah. Semoga kita semua dihindarkan dari segala godaan syaithan dan bisa mengendalikan nafsu amarah.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp