Oleh: Savinatul Jannah
Bagi
seorang santri sudah tidak asing lagi yang namanya tirakat, tapi akan menjadi
asing bagi sebagian santri yang berasal dari luar Jawa. Suatu ketika santri
yang berasal dari Jakarta sedang
berbincang bincang dengan santri dari Jawa, kemudian santri yang dari Jakarta
itu bertanya ”Apa sih itu tirakat?” nah, kemudian dijawab ”Tirakat
itu berasal dari kata bahasa Arab “Al- tarku” yang artinya meninggalkan .
Dalam kontetks ajaran nabi, tirakat berati meninggalkan sesuatu yang tidak ada
manfaatnya, yang sebagaimana nabi Muhammad sampaikan dalam haditsnya yang
artinya “ sebagian dari sempurnanya Islam seseorang meninggalkan sesuatu yang
tidak ada manfaatnya.”
seorang santri sudah tidak asing lagi yang namanya tirakat, tapi akan menjadi
asing bagi sebagian santri yang berasal dari luar Jawa. Suatu ketika santri
yang berasal dari Jakarta sedang
berbincang bincang dengan santri dari Jawa, kemudian santri yang dari Jakarta
itu bertanya ”Apa sih itu tirakat?” nah, kemudian dijawab ”Tirakat
itu berasal dari kata bahasa Arab “Al- tarku” yang artinya meninggalkan .
Dalam kontetks ajaran nabi, tirakat berati meninggalkan sesuatu yang tidak ada
manfaatnya, yang sebagaimana nabi Muhammad sampaikan dalam haditsnya yang
artinya “ sebagian dari sempurnanya Islam seseorang meninggalkan sesuatu yang
tidak ada manfaatnya.”
Jika kita berbincang ihwal tirakat santri salafiyah (salaf), mereka
biasanya rela dengan sengaja, menempuh kesukarannya dan ketidak kenyamanannya. Dan para santri salaf pondok pesantren salaf
banyak mengistiqomahkan berbagai amalan untuk mencari keberkahan ilmu yang
dipelajari. Santri biasa melakukan ritual ritual tertentu misalnya bangun malam
(sholat tahajud, hajat, witir), menjaga wudhu, dan tirakat puasa. Selain itu
hal umum yang dilakukan para santri beberapa diantaranya:
biasanya rela dengan sengaja, menempuh kesukarannya dan ketidak kenyamanannya. Dan para santri salaf pondok pesantren salaf
banyak mengistiqomahkan berbagai amalan untuk mencari keberkahan ilmu yang
dipelajari. Santri biasa melakukan ritual ritual tertentu misalnya bangun malam
(sholat tahajud, hajat, witir), menjaga wudhu, dan tirakat puasa. Selain itu
hal umum yang dilakukan para santri beberapa diantaranya:
1. 1.
Puasa
Mutih.
Puasa
Mutih.
Puasa mutih adalah puasa yang saat berbuka menunya hanya nasi putih
aja dan minumnya hanya air putih. Ingett! Nasi putih saja tanpa sayur, tanpa
lauk,. Untuk mengakali rasa hambar nasi ditanak sampai berkerak.
aja dan minumnya hanya air putih. Ingett! Nasi putih saja tanpa sayur, tanpa
lauk,. Untuk mengakali rasa hambar nasi ditanak sampai berkerak.
Nah kerak nasi
yang hangat itu dituangi air yang nantinya untuk diminum. Sudah kebanyangkan
rasanya gimnaa..? rasanya itu hambarr..
yang hangat itu dituangi air yang nantinya untuk diminum. Sudah kebanyangkan
rasanya gimnaa..? rasanya itu hambarr..
Durasi waktu puasa
mutih ini berbeda beda. Hal tersebut sesuai dengan petunjuk yang diterima oleh
kyainya. Ada yang 3 hari, 7 hari, 40 hari.
mutih ini berbeda beda. Hal tersebut sesuai dengan petunjuk yang diterima oleh
kyainya. Ada yang 3 hari, 7 hari, 40 hari.
2. 2.
Puasa
Ngerowot.
Puasa
Ngerowot.
Ngerowot adalah sebuah tirakat puasa yang tidak makan nasi atau
makan makanan yang terbuat dari beras, biasanya para santri makan nasi jagung
sebagai
makan makanan yang terbuat dari beras, biasanya para santri makan nasi jagung
sebagai
pengganti
beras.
beras.
Tirakat ini merupakan sebagai wujud keperihatinan dan kesederhanaan
santri dalam mencari dan barokah kyai.
Malang, 16 Maret 2020
Pondok Pesantren Darun Nun







