BERSIKAPLAH BODO AMAT


Oleh: Muhammad Hadiyan el Ihkam

       Hiruk pikuk dunia ini memang hal yang tak dapat dielakkan. Ditambah lagi nyinyiran, sindiran, kicauan, serta hujatan yg tiada henti. Seperti Guntur menggelegar di langit yang bersahutan dengan suara air hujan mengenai genting  rumah. Mau, tidak mau, suka, tidak suka, apapun yang kita lakukan, apapun yang kita kenakan bahkan sekedar diam pun tak luput dari komentar orang sekitar.

       Iya… Benar… Dunia memang kejam bagi para humanisme yang tidak siap bertahan. Bertahan di sini bukan sekedar diam stagnan tidak melawan, bukan bertindak offensive membabi buta, bukan juga melakukan hal bodoh. Namun satu-satunya cara bertahan adalah dengan sikap “bodo amat” terhadap hal-hal yang “tidak berguna”.

Contoh:

Kamu kok gendutan si”

“Bajumu kok itu itu aja sih dari semester kemaren?”

“Kenapa sih tiap kuliah kamu sering nanya, jangan-jangan cari muka nih?”

“Dari tadi jawab pertanyaan dosen mulu, ngg usah sok pintar deh”

Dan masih banyak lagi celotehan yang lain.

       Cobak pikir, apa yang terjadi jika setiap omongan harus diikuti. Yang ada hanya pusing, bingung, dan minder. Memang betul celotehan orang lain ada benarnya namun jangan salah, lihat dulu. Apakah membangun atau malah menjatuhkan. Apakah berguna bagi kita atau malah hanya julid yang entah apa maksudnya. Karena perubahan diri ke arah yang lebih baik, pasti akan mendapat “suara-suara sumbang” di luar sana. Untuk itu, Bulatkan tekad, kobarkan semangat, dan bersikaplah bodo amat. Terus maju pantang mundur, terus jalan tanpa pikir panjang.


Malang, 5 Oktober 2020

Pondok Pesantren Darun Nun 

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp