Suara langkah kaki terdengar bersahut-sahutan terlihat sekumpulan orang bergegas untuk kembali ke rumah setelah menyelesaikan aktivitas mereka masing-masing, langit terlihat sangat gelap menandakan akan turun hujan yang sangat lebat, aku melihat jam tanganku yang sekarang menunjukkan pukul 17:00 sore pertanda aku juga harus segera kembali ke rumah untuk menikmati kebersamaan bersama keluargaku.
Ketika aku hendak pulang hujan turun dengan sangat lebatnya dan akhirnya setelah kupikirkan beberapa saat ku urungkan niatku untuk pulang karena jika aku pulang sekarang pasti ketika sampai rumah akan basah kuyup lebih baik kutunggu beberapa saat hingga hujan reda, aku berdiri di balkon lantai 2 tempatku bekerja dan memandang suasana yang ada di luar gedung perusahaanku.
Saat aku sedang menyaksikan suasana yang ada di luar gedung perusahaanku kulihat ada dua sosok orang yang sedang bertengkar hebat dan aku perhatikan dua sosok tersebut dengan lekat, dan setelah kuperhatikan dengan lama, ternyata mereka berdua sepasang suami-istri. Sampai tidak sadar aku mengenang ingatan yang sangat pahit di masa laluku.
Waktu itu tahun 2006, ketika aku masih melanjutkan pendidikanku di salah satu universitas yang ada di indonesia. Aku melaksanakan aktivitasku seperti biasa hingga pada suatu pagi kudengar suara orang berteriak sambil marah-marah yang membuatku bangun dari mimpi-mimpi indahku, aku pun bangkit dari tempat tidur sambil mengumpulkan kesadaranku yang masih simpang siur dengan mimpi indah yang kualami tadi. Dan kesadaranku akhirnya terkumpul dengan sempurna sehingga aku bisa mendengar dengan jelas teriakan-teriakan yang membangunkanku tadi. Ternyata teriakan tersebut datang dari kedua orang tuaku yang sedang bertengkar. Memang orang tuaku sangat sering bertengkar walaupun masalah tersebut hanyalah masalah kecil, tapi tak pernah kudengar orang tuaku bertengkar hingga sekeras ini, sayup-sayup kudengar orang tuaku mengatakan bahwa mereka akan bercerai.
Betul saja apa yang aku dengar pagi itu bukanlah sesuatu yang salah aku dengar, hari ini hal itu terbukti dengan sangat jelas di hadapanku, sontak kepalaku langsung kosong dan aku bingung ingin melakukan apa. Hingga sampai aku mulai menghibur diriku dengan bersenang-senang dan menghabiskan semua waktuku dengan hal-hal yang tidak bermanfaat sampai uang di tabunganku pun habis. Karena uangku habis aku mulai mencari pekerjaan dan ternyata tak satupun tempat yang mau menerima diriku, dan akhirnya aku pun menjadi seorang pemulung.
Ketika aku menjadi pemulung uang yang kudapat sangatlah sedikit sampai untuk makan saja terkadang bisa dan terkadang aku harus berpuasa. Dan pada suatu hari aku tidak mendapat uang yang cukup untuk membeli makan sampai muncul di pikiranku untuk mencuri atau menjambret seseorang. Akhirnya hal tersebut kulakukan dan berhasil tanpa ketahuan sehingga aku mulai kecanduan melakukan aktivitas baruku itu.
Hari-hari pun berlalu seperti biasa dengan aktivitas baruku tersebut, sampai pada suatu hari aku sangat sial dan perbuatanku tersebut di ketahui seseorang sehingga ketika aku melaksanakan aksiku aku sudah ditunggu dan akhirnya aku pun tertangkap dan di gebukin oleh masa sampai babak belur kemudian di serahkan kepada polisi. Aku pun di tetapkan untuk di penjara selama 7 tahun.
Kehidupan sehari-hariku di penjara sangatlah tidak mengenakan tapi kujalani hal tersebut dengan sekuat tenaga. Hingga tak terasa 7 tahun pun berlalu dengan cepat dan aku keluar dari penjara, setelah keluar dari penjara kuputuskan untuk langsung mencari pekerjaan dan setelah waktu yang sangat lama akhirnya aku di terima di salah satu perusahaan, walaupun hanya sebagai orang yang hanya di suruh-suruh di dalam perusahaan tersebut. Aku jalani hal tersebut dengan sebaik mungkin hingga aku mulai naik sedikit demi sedikit di perusahaan tersebut. Hingga akhirnya aku pun mampu menjalani hidupku dengan nyaman dan mampu berkeluarga dengan bahagia.
Hujan pun reda dan membuyarkan lamunanku dan aku pun akhirnya tersadar kembali. Sebelum pulang kuputuskan untuk menghampiri suami-istri yang sedang bertengkar tersebut. Akhirnya aku sampai di depan mereka dan aku taanyakan perihal apa yang membuat mereka berdua bertengar lalu kumasehati merkea berdua agar permasalahan yang ada pada mereka tidak berimbas kepada anak mereka seperti yang pernah ku alami.
- darunnun@gmail.com
- Malang-Jawa Timur
- Al-Quran Online








