Cara Membuat Bika Ambon Khas Medan

Bika Ambon Khas Medan

Oleh: Syabrina Wahyuni

Bika Ambon kue tradisional yang menjadi salah satu ikon kota Medan, Sumatera Utara. Menurut penjelasan M.Muhar Omtatok, seorang budayawan dan sejarawan, kue bika ambon terilhami dari kue khas Melayu yaitu Bika atau Bingka. Selanjutnya dimodifikasi dengan bahan pengembang berupa nira/tuak enau hingga berongga dan berbeda dari kue Bika atau Bingka khas Melayu itu.

Selanjutnya M. Muhar Omtatok menyebutkan bahwa kue ini disebut bika ambon karena pertama sekali dijual dan popular di simpang Jl Ambon-Sei Kera Medan. Bika ambon dikenal sebagai oleh-oleh khas Kota Medan, Sumatera Utara. Di Medan, Jalan Mojopahit di daerah Medan Petisah terdapat sedikitnya 30 toko yang menjual kue ini.

Setiap toko di lokasi ini bisa menjual lebih dari 1.000 bungkus bika ambon perhari apabila menjelang hari raya. Diperkirakan, sebutan bika ambon muncul dari kebiasaan masyarakat yang dahulu baru mengenal bika yang diproduksi di Jalan Ambon, Medan. Penyebutan bika ambon akhirnya menjadi tradisi seiring dengan berkembangnya industri makanan ini. (source : wikipedia)

Bahan-bahan

Bahan A (biang) :

  1. 75 gr Terigu
  2. 150 gr Air Kelapa Segar
  3. 8 gr ragi instan

Bahan B :

  1. 470 ml santan kental di ambil dari 2 butir kelapa
  2. 2 lembar daun pandan
  3. 8 lembar daun jeruk
  4. 2 batang sereh, geprek
  5. 1 sdt kunyit bubuk
  6. 1/4 sdt garam

Bahan C :

  1. 12 butir kuning telur
  2. 300 gr gula pasir halus / gula kastor
  3. Sejumput vanilli
  4. 225 gr sagu tani

Cara Membuat

  1. Campur semua bahan B, masak sambil terus di aduk-aduk hingga mendidih agar santan tidak pecah. Matikan api, sisihkan tunggu hingga hangat kuku.
  2. Campur semua bahan A (biang) aduk hingga rata. Diamkan selama 15 menit atau sampai adonan berbusa tanda ragi aktif.
  3. Kocok bahan C (kecuali sagu ya): kuning telur+gula+vanilli hingga gula larut.
  4. Masukkan tepung sagu dalam 3 tahap sambil di saring, aduk dengan menggunakan whisk hingga rata.
  5. Masukkan bahan A (biang), kocok rata. Lalu masukkan bahan B (santan). Kocok rata dengan menggunakan whisk.
  6. Saring adonan.
  7. Kocok adonan menggunakan whisk dengan cara maju mundur selama 15 menit. Atau juga boleh menggunakan tangan, keplok2 adonan seperti membuat adonan kue cucur dan kue apem selong kemarin. Agar seratnya cantik. Setelah di kocok diamkan adonan minimal 2-3 jam. Sampai timbul banyak busa di permukaan adonan.
  8. Tips :
    Gunakan air kelapa segar yang baru dikeluarkan dari buah kelapa bulat.
    Setelah diolesi minyak, panaskan loyang terlebih dahulu di dalam oven.
    Setelah adonan didiamkan selama 2 jam akan timbul banyak busa dipermukaan adonan. Buang dulu busa tersebut dengan cara menyendokinya, baru tuang adonan di bawahnya ke dalam loyang. Adonan jangan diaduk lagi, nanti sarangnya rusak. •Gunakan api bawah saja, agar bagian atas tetap berlubang-lubang cantik. Pintu oven harus dibuka sedikit selama pemanggangan.
  9. Tuang adonan kedalam loyang uk.20cm yang telah dipoles minyak dan di panasin sebelumnya (adonan jangan diaduk lagi). Panggang dalam oven panas 180 derajat Celsius yang pintunya dibuka sedikit, sampai matang. #aku 1jam dlm keadaan pintu oven terbuka sedikit + 10 menit dalam keadaan pintu oven tertutup dan nyalakan api atas. Angkat dan biarkan dingin baru keluarkan dari loyang.

Pondok Pesantren Darun Nun

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp