DENGAN ILMU

Oleh: Binti Rohmatin Fahim

Sore hari ini aku lelah. Kemudian sengaja kuizinkan kaki ini terus
melangkah. Sengaja aku bercanda dengan lelahku. Berharap ia kemudian tak lagi
betah, lalu berpindah dariku, menjauhiku selangkah demi selangkah. Ternyata
hasilnya masih sama dan tak berubah. Lelah tetap saja membersamaiku dan malah
membujukku, menjatuhkanku dalam rebah. Ah sudah, kali ini kuakui aku kalah.
Tapi tekadku, akan kuadakan pembalasan padanya nanti, setelah aku kembali
bangkit dari posisi rebah di atas tanah.
Ternyata belum puas sang lelah menyerangku. Kali ini ia membawa sekutu yang
berbisik entah apa pada telingaku. Aku tidak tahu, sungguh tidak tahu. Hanya
saja aku sadar setelah saraf motorik ternyata memerintahkan gerik tanganku
untuk membuka layar ponsel  yang sedari
tadi aku abaikan kehadirannya. aku tak tahu apa maksud sang lelah. Bukannya
kemudian meninabobokanku agar terlelap, nyatanya ia membawa sekutu sebagaimana
yang kuberitahukanmu.
Aku masih terheran-heran, apa maunya!. Aku turuti saja untuk kali ini. Gerik
tanganku melanjutkan perintah. Youtube! Ternyata youtube lah yang ingin ia
buka. Aku menduga-duga, barangkali sang lelah ingin aku bernyanyi bersamanya.
Bukan mengetik judul lagu seperti biasanya, ia dengan sang malas mengklik video
viral. Pertama, aku ingin langsung saja mengalihkan channel tersebut, tapi aku
tak kuasa. Mata ini ternyata terpana. Dan ya.. aku pun pantas terpana.
Risa santoso. Begitulah namanya. Sosok perempuan nan cantik. Ah tetapi
bukan dari kecantikannya yang membuatku kagum pada sosok tersebut. Aku kemudian
mengetik nama tersebut pada google. Deretan artikel dari berbagai redaksi
ternyata sedang membicarakan Risa, rektor termuda di Indonesia. Usianya masih
terlalu belia untuk ternobatkannya seseorang sebagai rektor. Asumsiku terbantah.
Kemustahilan ternyata bisa musnah. 
Kemudian,  fikirku masih saja ingin
kepo. Iya, ingin tahu lagi dan lagi. All my brain want is kepo, knowing every
particular object. Ternyata banyak hal yang menunjang Risa untuk bisa seperti
saat ini. Diantaranya  ialah ayahnya yang  bukan sosok sembarangan, pendidikan tinggi
yang ia tempuh, dan yang lebih penting lagi ialah seperti  yang Risa lontarkan, “saya percaya, hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan
masa depan”. Yaitu bahwa ia sangat memperhatikan pendidikan, suatu
proses didapatkannya ilmu. Ilmu, ilmu, dan ilmu. Islam pun juga mewajibkan
umatnya untuk mencari ilmu. Hanya dengan ilmu, segala sesuatu akan tergapai.
Seperti perkataan imam Syafi’i,
من أراد الدنيا فعليه بالعلم،
ومن أراد الآخرة فعليه بالعلم، ومن أراد الدنيا والآخرة فعليه بالعلم

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp