DESKRIPSI LATAR DERMAGA DALAM CERPEN

 Oleh: Neng Sumiyati

Dermaga itu terlalu sesak
oleh desakan orang yang hendak pergi karena tujuan atau pergi untuk melepaskan.
Kerumunan orang-orang seolah mendeskripsikan jiwa-jiwa yang hendak berpergian
atau sekedar menanti dalam penantian.
Semilir angin begitu
romantisnya, karena menyatu dengan laut yang siap mengerahkan ombak kemegahan. Sorotan
lampu yang berada di setiap tiang-tiang kapal menjadi tanda bahwa kehidupan
harus selalu terjaga.
Namun berbeda dengan jiwa
yang dimiliki oleh perempuan yang berbalut kain panjang berwarna burgundy, dia
hanya bisa menyeka air mata yang sedari tadi tak bisa dia tahan, bahkan hatinya
seperti ingin berteriak lalu ingin berlari untuk seseorang yang baru saja
meninggalkannya.
Perih dirasa, sakit diderita
itulah rasa yang ada. Sepasang mata itu akan selalu didamba, peluit
keberangkatan itu menjadi durjana, karena kelak dermaga ini hanya akan menjadi
tempat tak berencana.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp