Malang – Memasuki hari kedua rangkaian Pekan Hari Santri 2026, Pondok Pesantren Darun Nun akan menggelar agenda intelektual unggulan, yakni Olimpiade Madrasah Diniyah (Madin). Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB hingga selesai.

Olimpiade Madin tahun ini diselenggarakan langsung oleh Pengurus MDI (Madrasah Diniyah Intelektual) Darun Nun. Sebagai bentuk pemerataan dan keadilan kompetisi, olimpiade dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni tingkat Mubtadi’, Mutawasith, dan Ulya. Dengan pembagian ini, seluruh santri dari berbagai jenjang kelas dapat berpartisipasi sesuai dengan kapasitas keilmuannya masing-masing.
Pengurus MDI telah menetapkan lima materi utama yang akan diujikan dalam olimpiade kali ini. Kelima materi tersebut adalah Bahasa Arab, Fiqh, Bahasa Inggris, Kepenulisan, dan Hadis. Pemilihan lima materi ini dinilai sangat relevan dengan visi Pondok Pesantren Darun Nun yang mengusung jargon Berbahasa, Berkarya.
Materi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris menjadi tolok ukur kemampuan santri dalam penguasaan bahasa asing yang menjadi ciri khas Darun Nun. Materi Fiqh dan Hadis menjadi inti dari pemahaman turats dan ilmu-ilmu kepesantrenan yang selama ini dikaji di Madrasah Diniyah. Sementara itu, materi Kepenulisan menjadi pembeda dan keunikan tersendiri, di mana santri tidak hanya dituntut untuk paham ilmu, tetapi juga mampu menuangkannya dalam bentuk tulisan yang kreatif dan sistematis.
Untuk tingkat Mubtadi’, soal akan difokuskan pada penguasaan dasar-dasar dari kelima materi tersebut, seperti kaidah dasar Bahasa Arab dan Inggris, fiqih ibadah dasar, pengenalan hadis-hadis pendek, serta dasar-dasar kepenulisan. Pada tingkat Mutawasith, tingkat kesulitan soal akan meningkat dengan menuntut pemahaman yang lebih mendalam dan kemampuan analisis sederhana.

Sedangkan pada tingkat Ulya, para peserta akan dihadapkan pada soal-soal level tinggi yang membutuhkan daya nalar kritis, kemampuan istinbath hukum sederhana dalam fiqih, pemahaman hadis secara komprehensif, serta kemampuan menulis esai ilmiah yang berbobot.
Olimpiade ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk mencari juara, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali ghirah santri dalam belajar dan mencintai ilmu. Melalui olimpiade, Pengurus MDI ingin membuktikan bahwa santri Darun Nun unggul secara intelektual, mumpuni dalam bahasa, dan produktif dalam karya.
Selain agenda utama Olimpiade Madin, pada akhir sesi nanti akan dilanjutkan dengan agenda internal yang penting, yakni kumpul perdana antara Muharrik/Muharrikah dengan anggota divisinya masing-masing. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan muharrik pada malam sebelumnya.
Kumpul divisi ini akan menjadi momentum untuk membangun kekompakan tim, menyamakan visi-misi, serta merumuskan program kerja untuk satu periode ke depan. Setiap koordinator divisi akan memberikan arahan dan pembagian tugas kepada anggotanya agar roda organisasi dapat segera berjalan efektif.
Dengan kombinasi antara penguatan intelektual melalui Olimpiade Madin dan penguatan organisasi melalui kumpul divisi, hari kedua Pekan Hari Santri 2026 diharapkan menjadi hari yang penuh makna dan semangat baru bagi seluruh santri Darun Nun.
Pondok Pesantren Darun Nun
Berbahasa, Berkarya