IMAM SYAFI'I

  Oleh: Savinatul Jannah

Imam Syafi’i
memiliki nama asli Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’i bin Said
bin Abu Yazid bin Hakim bin Muthalib bin Abdul Manaf.[1]Keturunan
beliau dari pihak bapak bertemu dengan keturunan Nabi Muhammad saw. pada Abdul
Manaf. Oleh karena itu beliau masih termasuk suku Quraisy. Sedang ibu beliau
berasal dari golongan Al-Azd.
Imam Syafi’i
lahir pada tahun yang sama dengan tahun kematian Imam Abu Hanifah. Beliau lahir
di Ghaza, salah satu kota di daerah Palestina di pinggir laut Tengah pada tahun
150 H (767 M).[2]
Ayah beliau meninggal ketika beliau masih kecil. Pada usia dua tahun, beliau
dibawa ibunya pindah ke Mekkah. Di Mekkah, Imam Syafi’i dan ibunya hidup dalam
keadaan miskin dan kekurangan. Namun Imam Syafi’i memiliki cita-cita yang
tinggi untuk menuntut ilmu pengetahuan, sedangkan ibunya bercita-cita agar
anaknya menjadi orang yang berpengetahuan, terutama pengetahuan islam.
Ilmu yang
pertama kali dipelajarinya adalah Al-Qur’an sehingga pada usia yang masih
sangat belia, sekitar tujuh tahun, beliau sudah hafal Al-Qur’an diluar kepala.
Sesudah itu beliau menghafal hadits-hadits Nabi. Beliau juga tekun belajar
bahasa Arab, bahkan karena minatnya yang sedemikian besar terhadap bidang ini
membawanya berkelana hingga ke pelosok pedesaan.


[1] Muslim Ibrahim, Pengantar Fiqh Muqaaran, (Jakarta : Penerbit
Erlangga, 1989), hal. 88
[2] Ibid

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp