Andai nasib berpihak padanya
Tubuh mungil itu mungkin kini sedang merebahkan diri
Di tengah guyuran hujan riuh derasnya
Mendesak tubuhnya bergegas menepi
Kurasa tatapanku membeku
Diantara berderai-derai air yang meluruh
Bahkan sesekali mencuat gemuruh
Matanya terpaku pada sebuah buku
Satu demi satu halaman ia susuri
Ntah apa yang sedang ia gali
Seolah ada seberkas harap kala melisankannya
Kuharap semesta memperkenankan pintanya
Sejenak hatiku terenyuh memandangnya
Kini suaranya terdengar lirih
Kepalanya semakin merunduk tak berdaya
Bukan novel yang buat ia bermuram durja, tapi kalam ilahi
Sedari tadi ia membacanya dengan syahdu
Disaat banyak raga luput akan waktu
Ia menjeda raganya
Ketimbang membiarkan angan jauh mengembara
Palembang, 3 November 2020
Pondok Pesantren Darun Nun







