
Oleh: Ilham Fajar Ramadani
Kampus adalah lingkungan belajar yang sangat luas, di kampus dapat belajar apapun dan kapanpun jika di inginkan. Terdapat organisasi intra dan extra dalam kampus sama halnya seperti di tingkat SMA. Namun banyak yang salah memahami dalam berorganisasi terkhusus organisasi Intra kampus, yang hanya terlihat seperti penyelenggara event yang kegiatan di dalamnya: oprec, repat, evaluasi dan terus begitu siklusnya.
Benefit dari event memanglah banyak, tetatpi apakah harus terus-menerus seperti itu ? Jika di telisik lebih dalam lagi tujuan utama dari organisasi intra kampus adalah sebagai wadah pengembang kemampuan bakat dan minat mahasiswa di luar kelas. Memang, tidak ada salahnya membuat event dalam organisasi, namun dari hal itu menimbulkan prespektif individu di dalamnya bahwa kegiatan itulah yang paling utama.
Banyak yang rela meninggalkan jam perkuliahan dengan alasan rapat, diskusi dan yang berkaitan dengan organisasi. Seharusnya mereka sadar tujuan awal kuliah itu menuntut ilmu bukan beroroganisasi. Pandangan dosen tentang mereka juga menjadi buruk bahkan hanya menjadi beban temannya jika ada tugas berkelompok.
Kata-kata Mutiara yang sering keluar dari lisan mereka: “Organisasi adalah sarana peningkatan hard skill, soft skill dan menambah relasi”. Penulis kontra dengan premis tersebut, padahal jika di analogikan Kuliah itu Fardu ain dan organisasi adalah sunnah. Dan mereka cenderung memiliki sifat “denial” (mekanisme pertahanan diri atau reaksi psikologis yang membuat seseorang menolak atau menyangkal kenyataan yang menyakitkan, stres, atau tidak sesuai harapan)
Prestasi yang dihasilkan hanyalah event itu terlaksana dan selesai. Kritik yang seperti demikian jika dibaca mereka jelas langsung menyulut amarahnya. Yang menjadi tantangan utama adalah cara memberi tahu mereka bahwasannya organisasi itu adalah sarana belajar bukan sarana penyelenggara event.
Pondok Pesantren Darun Nun







