oleh: thibbiatul mirza amalya
Deru hati yang baru telah menderu
Segala rasa haru sontak ragu
Begitu lama terpaut dan bertemu
Semua berakhir pada diriku
Wahai engkau yang terduduk lunglai
Jangan datang dengan sejuta derai
Sudah tak mampu ku melerai
Luka menyayat bagai daun serai
Hentikan semua saat bergejolak
Agar tak saling menyakiti kelak
Lupakan tentang semangkuk kolak
Dengan segelas air sekali tenggak
Persembahan tuhan haruslah diterima
Meski hati susah menerimanya
Jiwa raga telah menipu daya
Akhiri apa yang pernah tercipta








