KECEWA

Oleh: Meisya Eva Natasya
  

Rasanya dikecewakan itu memang menyakitkan, apalagi dikecewakan
oleh seseorang yang kita
anggap sebagai sahabat.
Saat duduk di bangku perkuliahan,
Rina mempunyai teman laki-laki
yang
dia anggap sebagai sahabat.
Namanya
Andi,
kita sering chattingan, video call, sangking seringnya, Andi berencana mengajak keluar sekedar untuk makan-makan atau nugas bareng.
Tapi
aku sering menolak ajakannya karena aku tipe cewek
yang paling
tidak
suka
keluar jika hanya berdua dengan laki-laki walaupun aku sudah sangat mengenalnya.
Terlalu
sering Andi mengajak keluar akhirnya aku mencoba untuk menerima tawaran
yang sering
aku tolak.
Malam indah dihiasi segerombolan bintang
dan tepat
munculnya bulan purnama,
yang membuat
malam ini terasa sempurna.
Andi berjanji
ingin mengajakku pergi setelah sholat isya’
tepat. Isya’ sudah
berlalu, aku bergegas ganti
baju sambil
menunggu kabar darinya.
Setan gepengku
pun kubuka, belum
ada chat
masuk
darinya. Ku
tetap
sabar menunggu sambil memainkan setan gepeng.
Beberapa
menit kemudian kubuka lagi tetap tidak ada chat
masuk
darinya, lalu kubuka
status
WhatsApp,
muncullah
nama Andi.
Kubergegas
membuka statusnya,
ternyata
dia lupa dengan janjinya,
dia
malah pergi dengan
yang lain. Seketika
hati ini hancur.
Bertepatan malam ini sahabat-sahabatku
juga akan
pergi ke suatu tempat untuk menghibur diri.
Kuputuskan
untuk pergi bersama mereka untuk menghilangkan
rasa kecewa
ini. Suatu hari tiba-tiba ia mengirim pesan kepadaku bahwa ia butuh pinjaman uang.
Aku
pun member pinjaman uang kepadanya.
Seiring
berjalannya waktu,
aku
membutuhkan uang tersebut,
tapi
dia bilang
“tadi
ada uang tapi uangnya sudah dipakai untuk kegiatan lainnya”.
Untung
aku masih
punya simpanan
uang. Dia berjanji akan mengganti uang tersebut secepatnya.
Kutunggu
satu minggu,
dua
minggu sampai satu bulan tidak ada kabar.
Aku
merasa dia semakin menjauh,
yang dulu status
WhatsAppnya sering muncul sekarang tidak sama sekali.
Dan sampai
sekarang tidak ada kontak sama sekali.
Aku mencoba untuk mengikhlaskan semua itu, karena
orang yang ikhlas tidak pernah kecewa dengan amal baik yang telah dia lakukan,
karna yakin Allah Maha melihat dan akan membalasnya dengan adil.
Peluklah aku hingga hatiku bias merasa tenang
dan damai. Hapuslah air mataku
hingga aku bias merasa sabar
dan ikhlas. Dan bangunkanlah
aku di saat aku terjatuh hingga aku bias merasa tegar.
 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp