Kemi 2: Menelusuri Jejak Konspirasi (Bukan Novel Biasa)

Moh. Rizal

Pada ulasan novel sebelumnya yakni Kemi: Cinta Kebebasan yang Tersesat, lebih menonjolkan alur yang menceritakan pergolakan pemikiran antara dua kutub berseberangan antara pemikiran Islam vs pemikiran liberal. Selanjutnya pada novel Kemi 2: Menyelusuri Jejak Konspirasi, cerita yang disajikan adalah tragedi paska penyiksaan Kemi dan Siti, seperti judulnya, adalah seputar penelusuran jejak konspirasi yang melatarbelakangi kejadian yang menimpa Kemi dan Siti sebelumnya. 


Sedikit mengingat, Kemi atau Ahmad Sukaimi dan Siti, keduanya adalah dua orang santri cerdas yang memiliki latarbelakang hampir sama, berasal dari lingkungan pesantren tradisional yang tentunya sangat kental dengan kehidupan dan pemikiran islam yang jauh dari kata radikal ataupun liberal. Mereka terjebak hegemoni kehidupan kota besar saat menimba ilmu di universitas, menjadi antek kelompok liberal yang terang-terangan diam-diam memusuhi kaum pesantren, tempat mereka berasal. Sementara itu Rahmat, mempunyai misi untuk menyadarkan Kemi, tapi tidak bisa dikatakan sepnuhnya berhasil. Tetapi keberadaannya di kampus Institut Damai Sentosa mampu membuat resah para aktivis liberal. Rahmat berhasil mematahkan argumentasi beberapa dedengkot aktivis liberal, dan dengan bantuan Siti, Ia juga berhasil membongkar sepak terjang kotor aktivis liberal yang mememanfaatkan kalangan santri dengan modus beasiswa.


Kemi 2: Setelah kejadian yang menimpa keduanya, keadaan Siti mulai membaik dan menyadari atas apa yang alami, sikapnya berubah haluan dan menentang gerakan-gerakan yang Ia geluti sebelumnya. Siti yang sekarang telah bertaubat dan tinggal di pesantren keluarganya, dia memutuskan mengabdikan hidup untuk membantu mengajar di pesantren serta mulai membongkar dan menulis bantahan-bantahan terhadap paham kesetaraan gender yang juga marak dan membuat gaduh di masyarakat. Sepak terjangnya mengantarkan dia mendapatkan undangan untuk diskusi dengan tema kesetaraan gender, dengan salah satu narasumber sangat terkenal dengan pemikiran tentang gender, tokoh kesetaraan gender yang selalu tampil dengan busana muslimah adalah doktor Demiwan  Ita.  

Keraguan membayangi benak Siti, apakah dia bisa mengalahkan Doktor Ita yang sudah malang melintang dalam memperjuangkan kesetaraan gender di Indonesia?. Sementara dia sendiri masih di cap sebagai “anak kemarin sore” dalam diskursus ini, walaupun dengan latar belakang pesantrennya serta sudah cukup luas mengenal pemikiran-pemikiran seperti ini. Tidak lupa, Roman yang akhirnya berhasil ditengkap oleh pihak berwenang dengan tuduhan penganiayaan dan human trafficking. Di sisilain juga, bagaimana dengan yayasan tempat naungan orang-orang seperti Roman, juga lembaga seperti Institut Damai Sentosa dan orang-orang didalamnya yang katanya terlibat dalam kasus ini?. Untuk keseruan ceritaya silahkan baca kelanjutan novel Kemi 2.

Sementara nasib Kemi harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa, setelah kejadian yang hampir merenggut nyawanya. Mengetahui keadaan Kemi yang berakhir di Rumah Sakit Jiwa, para petinggi di She-Cooler Foundation mengadakan pertemuan khusus. Sampai sini, kita sudah mulai mengetahui siapakah tokoh-tokoh utama dibalik agenda liberalisasi Indonesia ini. Bersama dengan Prof. Malikan, mereka mengadakan pertemuan rahasia untuk membahas kelanjutan masalah Kemi, mereka diantaranya ada Doktor Rajil si pengamat politik terkenal dengan kemampuan lobi-lobinya yang selalu sukses, ada Doktor Ita (yang pada novel seri sebelumnya sempat diwawancarai oleh Bejo), serta ada juga Ben Rushact si bos pemilik yayasan.


Sementara, di pihak Rahmat, ada kumpulan orang yang tak kalah hebatbya diantaranya ada Ahmad Petuah, Kyai Rois, dan Ahmad nantinya akan bergabung dengan Dokter Nasrul, Habib Marzuki, dan Bejo. Mereka bersatu untuk meyelidiki kejadian hilangnya Kemi dari Rumah Sakit Jiwa. Sampai sini, kita dapat melihat pembangunan karakter yang khas dari masing-masing orang dari kelompok protagonis ini, terutama Habib Marzuki yang bicaranya ceplas-ceplos tetapi mengandung kebenaran, lalu Bejo yang kritis dan pandai membawa pembicaraan. Kombinasi karakter-karakter yang unik dan dari kelompok ini membawa penyelidikan hilangnya Kemi menuju ke arah yang tidak bisa ditebak termasuk juga dari kelompok lawan atau kelompok yayasan She-Cooler Foundation. Dalam investigasi ini semakin terlihatnya juga konspirasi orang-orang liberal di berbagai macam bidang kehidupan dalam keterlibatannya pada kasus Kemi.


Saya rasa novel ini masih sangat menarik untuk dibaca lagi, masih relevan juga dengan kehidupan sekarang ini, serta yang masih penasaran dengan kelanjutan kisah Kemi. Akhir novel ini masih terasa menganjal. Karena masalah belum terselesaikan, masih belum menceritakan tentang nasib Kemi, karena memang pada bagian novel Kemi 2 ini lebih menceritakan tentag jalan penyelidikan tentang kasus Kemi yang ada pada edisi sebelumnya, sesuai dengan judulnya Kemi 2: Menyelusuri Jejak Konspirasi. Jadi, untuk keseruan ceritanya juga harus baca seri ke-3 kalau sudah baca yang pertama dan kedua. Saya rasa memang bukan oang sembarangan yang menulis novel ini, mungkin kalian juga akan sependapat dengan saya, akhirnya terimakasih. Selamat membaca!.

Silahkan kalau mau membacanya, tersedia di perpustakaan Pondok Pesantren Darun Nun Blok J.

Judul Buku : Kemi 2: Menyelusuri Jejak Konspirasi 

Pengarang : Adian Husaini

Banyak Halaman : 256 Hlm.

Penerbit         : Gema Insani

Tahun Terbit : 2012

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp