Oleh: Muhammad Hadiyan el Ihkam
Ustman bin hasan al jubiri dalam kitab Durrotul wa ‘idzin berkata: Peristiwa Mi’roj disebabkan karena kesombongan bumi terhadap langit.
Bumi : “Aku lebih baik darimu, langit. Karena Allah menghiasiku dengan negara-negara, lautan, sungai-sungai, pepohonan, gunung-gunung, dll.”
Langit : “Aku lebih baik darimu, bumi. Karena aku punya matahari, bulan, gugusan bintang, ‘arsy dan surga.”
Bumi : “Aku punya rumah (Baitullah) yg dikunjungi manusia, para nabi, rasul, ulama’, dan orang-orang mukmin tawaf di rumah tersebut.”
Langit : “Aku pun punya rumah (Baitul Ma’mur). Para Malaikat thawaf di sana. Aku juga punya surga yang merupakan tempat tinggal arwah para nabi, rasul, waliyullah, dan orang-orang sholeh.”
Bumi : “Ketahuilah ! bahwa penutup para nabi, sayidul mursalin, kekasih Allah, yaitu Rasulullah Muhammad Saw lahir di bumi.
Mendengar pernyataan itu, langit diam. Tidak mampu menjawab. Seketika langit memohon kepada Allah supaya Rasullullah Muhammad Saw mengunjunginya (langit). Kemudian Allah mengutus malaikat Jibril untuk mengambil Buroq di surga dan Rasulullah melakukan perjalanan Isro’ Mi’roj dengan Buroq tersebut.
*)Disadur dari kitab Nurudzolam (syarah ‘Aqidatul Awam)
Malang, 22 September 2020
Pondok Pesantren Darun Nun







