MASA JAHILIYAH

Oleh: Hilmi Gholi Hibatulloh

     Kondisi masyarakat jahiliyah saat itu bisa di gambarkan dengan kata jahiliyah yang berarti ‘ketidaktahuan atau kebodohan’, sehingga pada saat itu kondisi masyarakat arab sangatlah tidak terkendali karena belum adanya peraturan-peraturan yang menjadikan mereka berbuat seenaknya sendiri .Kegiatan-kegiatan buruk mereka lakukan, mulai dari berjudi, bertikai antar kabilah, menghina dan mencela orang yang lebih lemah, mengubur anak perempuan hidup-hidup dan lain hal sebagainya. Kondisi masyarakat pada masa jahiliyah itu ditandai dengan beberapa kondisi.
 Yang pertama adalah kondisi sosial budaya, pada masa jahiliyah kondisi sosial mereka terdapat tingkatan-tingkatan atau beberapa kelas yang berbeda antara satu dengan yang lainya dan menjadikan adanya keluarga bangsawan yang di unggulkan, mereka sangat di hormati sekalipun harus melakukan pertumpahan darah, juga apabila mereka ingin di segani haruslah menjadi buah bibir oleh kalangan wanita, untuk para lelaki, mereka akan selalu di anggap sebagai pemimpin dan untuk perempuan mereka tidak memilik hak apapun atas pilihan-pilihanya pada masa itu, untuk kondisi budaya, mereka memiliki kebiasaan poligami tanpa batasan jumlah istri yang dinikahinya. Mereka juga memiliki kebiasaan suka bertengkar dan berselisih maka pada masa itu sering tejadi peperangan antar kabilah-kabilah yang ada, mereka memperlakukan budak dengan tidak manusiawi, dan masih banyak hal lagi yang terkait akan hal-hal tersebut.
Selanjutnya adalah kondisi politik, kondisi politik pada masa jahiliyah saat itu diwarnai dengan berbagi intrik politik, untuk pemerintah atau penguasa berhak atas segala harta rampasan dan kekayaan sedangkan untuk para msayarakat mereka di jadikan sebagai ladang bagi para penguasa, msayarakat di haruskan membayar pajak yang pajak itu dipergunakan para penguasa untuk berpesta pora sehingga pada saat itu perpolitikan sangat hancur banyak masyarakat yang mengalami kelaparan tanpa bisa mengeluh kepada para penguasa.

Dari kondisi politik tadi yang penuh dengan intrik , akan dilanjutkan dengan kondisi agama yang ada pada masa jahiiyah, pada masa itu masyarakat jahiliyah memiliki beberapa kepercayaan seperti, paganisme (paham keberhalaan) sehingga pada masa itu berhala sangatlah banyak tersebar di kota mekah, terdapat sekitar 360 berhala yang berada di baitul haram. Juga mereka memiliki kepercayaan dinamisme( kepercayaan terhadap nenek moyang), dan beberapa kepercayaan yang lainya.
Selanjutnya untuk kondisi pendidikan masayarakat arab jahiliyah saat itu belumlah maju layaknya pendidikan yang ada pada saat ini, akan tetepi dalam bidang sastra merkea sangatlah maju. Karena pada masa itu masyarakat arab terkenal akan kepandaianya dalam membuat syair-syair, hal itu dikarenakan masyarakat arab ketika mereka ingin mengungkapkan dan melukiskan, perasaan, adat istiadat, tata susila kepercayaan, kepahlawanan, peperangan, pesona alam dan lain hal sebagainya, sering menggunakan yang namanya syair. Pada masa itu sering diadakan lomba-lomba pembacaan syair yang bertempat pada suatu daerah yang sering dijadikan berkumpulnya masyarakat-masyarakat arab.
Kesusastraan berbentuk syair pun berkembang dengan sangat pesat sehingga kegemaran dalam membuat syair itu pun sampai menjadi budaya dari masyarakat arab jahiliyah pada masa itu, dari kesusastraan tersebut memiliki sangat banyak konstribusi dalam perkembangan dan penyebaran islam di arab, perkembangan itu terus berlanjut dengan sangat baik hingga pendidikan di arab pun juga ikut berkembang seiring dengan berkembangnya kesastraan pada bangsa arab.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp