Minggu Kelima Pembelajaran Bahasa Arab Kelas Mubtadi’


Oleh Ebnu Hajar

Madrasah Diniyah Intelektual (MDI) pondok pesantren darun nun melaksanakan secara rutin pembelajaran bahasa arab setiap hari kamis untuk kelas mubtadi’. Pada hari kamis, tanggal 18 september kelas mubtadi' melaksanakan pembelajaran bahasa arab pertemuan yang ke 5. Kegiatan ini dilakukan oleh semua mahasantri baru darun nun yaitu kelas mubtadi’. Pada kegiatan pembelajaran Bahasa arab ini dimulai dari dasar-dasar Bahasa arab terlebih dahulu seperti, apa itu huruf, kata, dan kalimat pada Bahasa arab. Ini dikarenakan tidak semua mahasantri baru merupakan alumni pondok pesantren dan mereka masih belum mengenal Bahasa arab. Oleh karena itu ustadz Raihan selaku guru bagi mereka berpikir untuk mengajarkan Bahasa arab dari nol meskipun banyak yang sudah mahir dalam berbahasa arab.

Ustadz Raihan saat mengajar mereka, penjelasannya sangat detail dan selalu menanyakan materi yang sudah didapat sebelumnya agar mereka tidak lupa apa yang sudah mereka pelajari pada minggu-minggu sebelumnya. Untuk mengingat materi yang diajarkan sebelumnya, kelas mubtadi’ juga membacakan nadzom yaitu sebuah materi yang dilagukan sebelum penyampaian materi dimulai. Pada minggu kelima kali ini mereka belajar tentang pengklasifikasian macam-macam fi’il, seperti contohnya fi’il berdasarkan waktunya yang dibagi menjadi 3 yaitu madi, fi’il amr, and fi’il mudhori’. Namun, yang dijelaskan pada hari itu tentang apa itu fi’il madi, ciri-ciri fi’il madi dan kata ganti orang. Namun pada akhir pembelajaran, ustadz Raihan mengatakan hal yang menyedihkan kepada kelas mubtadi’, beliau mengatakan bahwa mulai minggu depan beliau tidak dapat mengajar di kelas mubtadi’ dan akan digantikan oleh ustadz Izul.


Hal itu membuat kelas mubtadi’ terkejut akan perkataan tersebut, dikarenakan ustadz Raihan begitu baik dalam mengajar bahasa arab. Dalam mengajar, ustadz Raihan selalu merefleksikan kepada murid-muridnya untuk menge-test apakah murid tersebut paham akan penjelasan beliau dan jika ada yang masih belum paham ustadz raihan akan selalu menjelaskannya lagi, hal itulah yang membuat kelas mubtadi’ terkejut akan penggantian ustadz. Mereka juga kecewa karena, nantinya mungkin akan beradaptasi lagi dengan ustadz Izul, namun apapun itu semoga nantinya meskipun yang mengajar beda namun semangat dalam menuntut ilmu masih sama semangatnya. Pembelajaran Bahasa arab kali ini mungkin akan bebeda dari pembelajaran Bahasa arab minggu depan dengan adanya pergantian ustadz, dengan begitu akan berbeda cara mengajar dan bagaimana dalam menyampaikan materi juga akan berbeda untuk itu kita harus semangat meskipun yang mengajar beda namun semangat dalam menuntut ilmu masih sama semangatnya. Pembelajaran Bahasa arab kali ini ditutup dengan foto bersama dengan ustadz raihan sebagai kenang-kenangan terakhir kalinya diajarkan oleh beliau pada semester pertama untuk kelas mubtadi’.

Pondok Pesantren Darun Nun

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp