NABIGHAH DZIBYANI


Oleh: Kholidatun Nur Wahidiyah

حياة النابغة الذبيان
هو زياد بن معاوية بن جناب بن يربوع، و أمه عاتكة بنت أنيس من بنى أشجع الذبيانين ، فهو ذبيانى أبا و أما ، وكان يكنى بأبي أمامة وأبي ثمامة ، وهما ابنتاه.
     Nama lengkap Nabighah Dzibyani adalah Ziyad bin Mu’awiyah bin dhibab bin Janab bin Yarbu’. Ibunya bernama ‘Atikah binti Anis yang berasal dari Bani Asyja’ Dzibyaani. Ibu dan bapaknya berasal dari satu kabilah yaitu Dzibyani. Ia mempunyai dua anak Abi Umamah dan Abi Tsumamah.

كما كان يلقب بالنابغة ، وبهذا اللقب اشتهر. واختلف الرواة في سبب تلقيبه به
     Ziyad bin Mu’awiyah ini memepunyai laqob/ julukan yaitu النابغة , dengan laqob ini Ziyad bin Mu’awiyah menjadi masyhur baik di kalangan para penyair masa jahiliyah ataupun masyarakat pada masa itu. Banyak riwayat yang pendapat mengenai makna laqob النابغة  itu sendiri. Di kitab ini dijelaskan, mengapa Ziyad bin Mu’awiyah ini diberi laqob النابغة ? karena berkat dari kejeniusan dan keunggulannya dalam membuat puisi. Banyak dari riwayat yang menyatakan bahwa beberapa dari penyair veteran dan islami juga di juluki النابغة seperti,  النابغة الجعدى ، النابغة الشيبانى ، النابغة الغلى . Dicirikan daripada nama-nama diatas siapa itu Nabighah Dzibyani dengan julukan masyhurnya النابغة الذبيان.
Dalam kitab ini tidak dijelaskan karena ketidaktahuan bagaimana Nabighah Dzibyani tentang pertumbuhannya dan masa mudanya .

و لسنا نعرف شيئا واضحا عن نشأته ولا عن شبابه، وكل ما يحرص الرواة على قوله هو أنه كان من أشراف ذبيان وبيوتاتهم.
     Tetapi, kita dapat mengetahui keadaan masa mudanya Nabighah Dzibyani dari syi’ir dan berita-beritanya yang menggambarkan paruh kedua kehidupannya. Kebanyakan dari para periwayat hanya menyebutkan bahwa dia dari kalangan yang terhormat.

و إذا كان نجهل نشأته وشبابه فإن في شعره و أخباره ما يصور لنا الشطر الثانى من حياته.
     Syair-syair dan cerita-cerita dia hanya menjelaskan separuh dalam perjalanan kehidupannya. Yakni, pada masa awal Nabighah Dzibyani akrab dengan gubernur Hirah, An nu’man ibn Al mundzir. An nu’man senang dengan syi’ir-syi’ir Nabighah yang memujinya, sehingga An nu’man memberi banyak hadiah kepada Nabighah. Sehingga Nabighah ini menjadi penyair yang terpandang. Bahkan di riwayat lain nabighah ini selalu memakai pakaian dari bejana dari emas dan perak. Dari sini orang-orang  dekat kerajaan Hirah merasa iri terhadapnya, kemudian dia menyebarkan isu-isu yang tidak benar tentang dirinya. Mereka menuduh Nabighah berbuat sorong terhadap isteri dari raja An nu’man dan menuduhnya memuji kerajaan Ghassan.
     Kemudian Raja Nu’man marah dan hampir membunuh An nabighah. Tetapi An nabighah melarikan diri ke kabilahnya dan pergi ke kerajaan Ghassan. Keberadaan Nabighah di Ghassan mendapat sambutan yang yang hangat dan dia juga membawa kemanfaatan bagi kabila ghassan. Dia terus memberi kemaslahatan bagi kerajaan Ghassan sampai Amr dan Numan meninggal. Selama kehidupannya di kerajaan Ghassan Nabighah selalu mengingat saat kebersamaannya bersama raja Nu’man. Dari situ Nabighah rajin mengirimi karya-karya puisinya sampai raja Nu’man mengampuni dan Nabighah kembali di panggil ke kerajaan Hirah.
     Ciri keistimewaan yang membedakan penyair Nabighah dengan penyair lain sebelumnya seperti Imru’ul Qais dan Zuhair Ibn Abi Salma yaitu, puisi Nabighah itu lebih indah dibaca. Dan penyusunan kata nya itu lebih pas, kemudian penyusunan bahasanya pun sederhana sehingga lebih mudah di pahami bagi para pembaca.

وقد رجع إلى قبيلته بعد موت النعمان بن المنذر سنة و أمضى فيها بقية حياته ، و يظهر أنه لم يعش طويلا. لا يبعد عن الصواب ما زعمه لويس شيخو من أنه توفى سنة 204.
     An nabighah kembali ke kabilahnya setelah meninggalnya An nu’man ibn Al mundzir pada tahun 602 M. Dan dia mengahabiskan waktu hidupnya disana. Maka tidak jauh dari dugaan lubis syaehu bahwa An nabighah meninggal tahun 604 M

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp