PEDULI SESAMA MAKHLUK ALLAH

Oleh : Meisya Eva Natasya
Suatu hari seorang bapak tua mendapati seekor ayam masuk kedapur yang sedang mengobrak-abrik apa yang ada di dapur. Tidak lama bapak tersebut mengambil sebuah tongkat besar yang dan melemparkannya ke arah ayam tersebut. Yang membuat ayam tersebut hampir sekarat tak berdaya. Akan tetapi saqng istri pun mengetahui kejadian tersebut dan langsung memarahi suaminya akan tindakannya. 
Keesokan harinya ibu itu melihat keadaan ayam tersebut apakah masih hidup atau sudah mati. Dan ternyata ayam tersebut masih hidup tetapi keadaannya sangat lemah. Kemudian ibu itu sangat kasihan melihat ayam itu lalu ia bergegas pergi ke warung untuk membeli obat-obatan seperti obar “bodrex, parasetamol, ultraflu dan lain-lain” memang sangat aneh kenapa ayam di obati memakai obat-obatan manusia? Kemudian ibu itu kembali ke rumah dan mengobati ayam tersebut. Setiap hari ibu tersebut merawat ayam itu layaknya anak sendiri yang sedang sakit.
Selang beberapa minggu ayam tersebut menjadi sehat kembali berkat ketulusan, ketelatenan dan kasih sayang ibu itu yang selalu setia merawat sampai kembali seperti semula lagi.
Oleh karna itu penting bagi orang tua untuk mengenalkan ajaran isam dengan sebaik-baiknya. Bahwasanya islam tidak hanya mengatur tentang bagaimana hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, akan tetapi juga memberikan aturan tentang bagaimana hubungan manusia dengan binatang.  
Para sahabat bertanya, wahai rasulullah apakah dalam berbuat baik kepada binatang ada pahala untuk kami? Rasulullah SAW menjawab, “dalam berbuat baik kepada setiap yamg memiliki hati yang masih basah ada pahalanya.” Hadist ini diriwayatkan oleh imam bukhori.
Keagungan akhlak seseorang tidak semata-mata diperolehkan dengan cara berakhlak kepada sesama manusia akan tetapi juga kasih sayang kepada binatang.Oleh karna itu sikap keras, kasar, dan tidak peduli, merupakan satu sikap yang ssetiap orang harus menjauhkan dalam diri dan kehidupannya. Sebab ketika seseornag mampu berbuat baik kepada binatang ada jaminan pahala yang luar biasa dari allah SAW.
Dalam konteks hadist di atas disebutkan bahwa Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosa-dosanya. Hal ini menunjukan betapa mengasihi binatang atau bersedekah kepada binatang merupakan amal yang tidak kecil nilai dan derajatnya di sisis Allah SAW.
Jadi penting bagi kita untuk mengingatkan anal, anggota keluarga, bahkan mungkin kita sendiri untuk tidak kasar terhadap binatang, sekalipun seekor ayam yang mengobrak-abrik dapur. Lebih jauh sehendaknya kita merenung, mengapa ayam tersebut sampai mengobrak-abrikan dapur, sebenarnya menunjukan hamper-hampit tidak ada manusia yang peduli kepadanya.
Jika kita pernah mengalami atau bahkan melakukan seperti seorang bapak yang bersikap kasar terhadap seekor ayam, maka kini saatnya kita sadar bahwa tanggung jawab kita bukan semata berbuat baik kepada manusia tetapi juga kepada binarang yang ada di sekeliling kita, dimana kita bias memberi makan untuk binatang itu, sehingga mereka tidak perlu lagi mengobrak abrikan dapur dan kepedulian kita kepada binatang ini boleh menjadi sebab Allah ridho kepada kita insyaallah.
 

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp