Oleh : Hilwah Tsaniyah
Jauh dari rumah dan jauh dari kedua orangtua tentunya
adalah pengalaman baru untukku. Banyak ilmu, pelajaran hidup dan pengalaman baru yang ku dapat disini
seperti banyak mengenal dan belajar watak masing-masing orang, belajar dewasa,
mengatur waktu bahkan menahan ego untuk
hal-hal kecil yang dapat membuatku belajar lebih menghargai orang lain ataupun
waktu.
adalah pengalaman baru untukku. Banyak ilmu, pelajaran hidup dan pengalaman baru yang ku dapat disini
seperti banyak mengenal dan belajar watak masing-masing orang, belajar dewasa,
mengatur waktu bahkan menahan ego untuk
hal-hal kecil yang dapat membuatku belajar lebih menghargai orang lain ataupun
waktu.
Ini adalah pengalaman kedua ku tinggal di
pondok, setelah selama satu tahun kemarin
tinggal di Ma’had Sunan Ampel Al-aly (UIN Malang) yang dimana wajib bagi
para mahasiswa baru untuk tinggal disana. Sebenarnya ada banyak pilihan tempat
tinggal setelah lulus dari ma’had. Namun aku memilih untuk melanjutkan untuk
mondok dan pilihanku adalah disini di pondok Darun Nun.
pondok, setelah selama satu tahun kemarin
tinggal di Ma’had Sunan Ampel Al-aly (UIN Malang) yang dimana wajib bagi
para mahasiswa baru untuk tinggal disana. Sebenarnya ada banyak pilihan tempat
tinggal setelah lulus dari ma’had. Namun aku memilih untuk melanjutkan untuk
mondok dan pilihanku adalah disini di pondok Darun Nun.
Memilih menetap (mondok) disini, bersama-sama dengan teman-teman dan mbak-mbak disini
tentunya sudah menjadi pilihanku. Walaupun kadang akupun masih merasa ragu
bahkan takut, takut tak bisa menjadi lebih baik dalam berproses. Tapi ternyata
untuk menjadi bisa itu harus terus belajar dan mencoba semuanya disinilah tempat dimana aku bisa belajar banyak
tanpa merasa takut, terus mencoba adalah kunci dari semua ketakutan dan
keragu-raguan.
tentunya sudah menjadi pilihanku. Walaupun kadang akupun masih merasa ragu
bahkan takut, takut tak bisa menjadi lebih baik dalam berproses. Tapi ternyata
untuk menjadi bisa itu harus terus belajar dan mencoba semuanya disinilah tempat dimana aku bisa belajar banyak
tanpa merasa takut, terus mencoba adalah kunci dari semua ketakutan dan
keragu-raguan.
Salah satu visinya adalah berbahasa dan
menulis, ini juga pengalaman baru namun sangat menantang menurutku, Darun Nun
benar-benar mempraktekan berbahasa dan menulis. Karena sekolahku dulu juga
punya visi literasi namun itu hanya sekedar visi, dan tidak ada kewajibkan
untuk membaca ataupun menulis.
menulis, ini juga pengalaman baru namun sangat menantang menurutku, Darun Nun
benar-benar mempraktekan berbahasa dan menulis. Karena sekolahku dulu juga
punya visi literasi namun itu hanya sekedar visi, dan tidak ada kewajibkan
untuk membaca ataupun menulis.
Bersyukurlah aku disini sekarang, dapat
benar-benar belajar menulis, berbahasa dan berkarya. Karena menurutku pribadi
kalau tidak ada tuntutan maka terus
tidak dapat menulis ataupun
berbahasa. Dengan adanya visi ini maka para santri akan terus belajar dan bisa
karena terbiasa. Karena banyak sekaali manfaat dari banyak membaca, menulis dan
berbahasa.
benar-benar belajar menulis, berbahasa dan berkarya. Karena menurutku pribadi
kalau tidak ada tuntutan maka terus
tidak dapat menulis ataupun
berbahasa. Dengan adanya visi ini maka para santri akan terus belajar dan bisa
karena terbiasa. Karena banyak sekaali manfaat dari banyak membaca, menulis dan
berbahasa.







