Pengaruh AI di Dalam Dunia Pendidikan

Pengaruh AI di Dalam Dunia Pendidikan

Oleh: Ahmad Nashrun Al ‘Abid

OpenAI adalah organisasi pelopor dalam penelitian kecerdasan buatan yang berkembang
sejak tahun 2015 oleh pendiri-pendiri seperti Elon Musk dan Sam Altman yang berfokus
pada pengembangan kecerdasan buatan dengan menciptakan beberapa model
revolusioner seperti GPT-2, GPT-3, dan akhirnya ChatGPT (Ray, 2023). Menurut data
laporan UBS pengguna ChatGPT mencapai 1 juta pengguna pertamanya dalam waktu
seminggu, melampaui Instagram sebagai aplikasi tercepat yang mencapai
pencapaian tersebut (UBS, 2023).

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi salah satu istilah yang tak asing
ditemui saat ini. Artificial Intelligence (AI) terus berkembang dan hadir di sela-sela
kehidupan masyarakat. Salah satunya yang terbaru kini yaitu ada ChatGPT. Tools chatbot
berbasis kecerdasan buatan (AI) dari OpenAI ini menjadi trending karena fungsinya yang
mampu menjawab pertanyaan dengan luwes alias tidak kaku layaknya robot.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa tahun terakhir, telah
membawa perubahan besar dalam berbagai bidang, termasuk dalam dunia akademik dan
pendidikan. Salah satu aplikasi AI yang semakin populer adalah penggunaan Chat GPT
(Generative Pre-trained Transformer) dalam interaksi manusia dengan komputer. Chat
Generative Pre-Trained Transformer (ChatGPT) merupakan chatbot AI yang saat ini
sedang populer yang dikembangkan oleh OpenAI, sebuah perusahaan riset dan
implementasi kecerdasan buatan yang berbasis di California. Model AI terbaru ini
berdasarkan pada jaringan saraf transformer, dengan kemampuan intinya untuk
menghasilkan teks yang menyerupai manusia, dengan memahami petunjuk kontekstual
dalam percakapan (Zhang dkk., 2023).

Dalam konteks dunia akademik dan pendidikan pemanfaatan Chat GPT dapat
memberikan kontribusi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan
menyediakan akses ke informasi dan materi yang lebih luas dan lebih mudah dipahami
(Arifdarma, 2023). Penggunaan Chat GPT dalam dunia akademik dan pendidikan
menawarkan potensi manfaat besar, seperti meningkatkan efisiensi dalam pembelajaran,
memberikan dukungan individual bagi siswa, dan membantu pengajar dalam memberikan
pembelajaran yang lebih personal. Namun, di balik manfaatnya, muncul pula berbagai
pertanyaan seputar privasi data, bias dalam hasil yang dihasilkan, dan tanggung jawab
pengguna dalam menggunakan teknologi ini dengan bijaksana
Di dalam pendidikan, AI juga bisa sangat berpengaruh untuk memberikan pengetahuan,
memberikan saran dan bisa digunakan untuk mengoreksi tulisan kita. Kalau dilihat dari
pengaruhnya bagi pendidikan, AI dapat memunculkan hal" positif maupun hal" negatif
tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Kita sebagai santri harus bisa menggunakan AI dengan baik dan bisa memunculkan hal"
yang positif dan bermanfaat. Seperti mencari saran maupun referensi. Dan di dalam dunia
pendidikan kita sering kali menggunakan AI sebagai alat bantu kita untuk mengerjakan
tugas maupun PR. Tetapi perlu di garis bawahi bahwasanya AI bukan untuk mengerjakan
tugas tapi untuk membantu kita mengerjakan tugas. AI hanya membantu kita untuk
memahami materi-materi yang mungkin kita kurang paham.

Dan kita jangan sampai tunduk dibawah pengaruh AI seperti ketika kita misalnya ada
tugas kita langsung menyuruh AI untuk mengerjakannya tanpa ada usaha dari diri kita
sendiri. Itu dapat membuat kinerja otak kita kurang berfungsi karena kita hanya meng-
copy-paste dari AI, dan inilah yang dikhawatirkan ketika kita terlalu sering menggunakan
AI.
Pada intinya kita harus selalu bijak dalam menggunakan AI, karena ketika kita
menggunakan AI dengan baik dan benar maka hasilnya pasti lebih baik daripada ketika
kita hanya menggunakan AI untuk copy-paste. Ingat ketika kita menggunakan AI jangan
tunduk tapi bijak

 

Pondok Pesantren Darun Nun

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp