Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Darun Nun Gelar “Road to Jogja” dan Studi Banding

MALANG – Mengawali semangat syawal dan memperkuat jejaring ukhuwah, Pondok Pesantren Darun Nun resmi menggelar agenda besar bertajuk “Darun Nun Road to Jogja”. Kegiatan yang berlangsung pada 17–19 April 2026 ini mengombinasikan tiga agenda utama: Halalbihalal temu alumni, rihlah (wisata religi & budaya), serta benchmarking atau studi banding ke pondok pesantren di Yogyakarta.

Misi Mempererat Sanad dan Wawasan

Rombongan yang terdiri dari santri, asatidz, dan pengurus ini berangkat dari titik kumpul Bundaran Perumahan BCT pada Jumat malam pukul 21.30 WIB. Perjalanan menuju Kota Pelajar ini tidak hanya sekadar rekreasi, tetapi menjadi ajang konsolidasi antara santri aktif dengan para alumni yang tersebar di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Momen Hangat di Warung Omah Sawah

Puncak prosesi Halalbihalal dilaksanakan di Warung Omah Sawah. Dalam suasana yang asri, acara yang dipandu oleh Thoriq selaku pembawa acara (MC) berlangsung khidmat. Rangkaian sambutan disampaikan secara berurutan oleh:

  • Abi Halimi Zuhdy beserta jajaran Asatidz
  • Ade Ryan Firdaus (Ketua Pondok)
  • Hanifia Laila Harisi (Ketua Pelaksana Rihlah)
  • Mas Bagus (Perwakilan Alumni)

Dalam arahannya, Abi Halimi Zuhdy menekankan pentingnya menjaga koneksi antar-generasi santri. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh beliau, dilanjutkan dengan sesi dokumentasi untuk mengabadikan momen kebersamaan tersebut.

Studi Banding dan Penjelajahan Budaya

Sesuai jadwal, rombongan melanjutkan agenda ke Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta Al Fatimiyah Putri Komplek R2. Di sana, para santri melakukan studi banding sekaligus sowan kepada pengasuh pondok setempat untuk menimba ilmu manajemen pesantren dan keberkahan sanad keilmuan.

Tak hanya urusan formal, rombongan juga menikmati kekayaan sejarah dan budaya Yogyakarta melalui kunjungan ke beberapa destinasi ikonik, di antaranya:

  1. Panggung Krapyak: Menelusuri jejak filosofis sumbu imajiner Jogja.

  2. Museum Benteng Vredeburg: Mengenal lebih dekat sejarah perjuangan bangsa.

  3. Malioboro: Menikmati suasana malam kota Jogja sebelum bertolak kembali ke Malang.

Harapan Pasca-Kegiatan

Panitia berharap melalui kegiatan ini, seluruh keluarga besar Darun Nun dapat membawa pulang semangat baru. “Mari kita jadikan momen ini sebagai ajang menambah wawasan dan mempererat kebersamaan,” ungkap panitia dalam keterangannya.

Seluruh rangkaian kegiatan terpantau melalui kanal media sosial resmi pesantren. Bagi para donatur, wali santri, maupun masyarakat umum yang ingin melihat dokumentasi lengkap, dapat mengunjungi:

Instagram: @darunnun

Website: www.darunnun.com

YouTube: Darun Nun

Pewarta: Zid-li Auliyana Luthfillah

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp