PESAN UNTUKMU YANG BIASA-BIASA SAJA DARI NOVEL "ORANG-ORANG BIASA" KARYA ANDREA HIRATA

http://mizanstore.com/

 

Oleh : Ahmad Jaelani Yusri

Selama
liburan, tak sengaja saya mendapatkan sebuah novel yang menggelitik dan unik.
Saat melihat judul dan cover-nya, rasa penasaran saya muncul seketika. Novel
tersebut berjudul “Orang-Orang Biasa” karya Andrea Hirata, salah satu
penulis Indonesia yang sudah masuk kancah internasional. Cover novel itu pun
sangat unik dengan seorang yang memakai topeng monyet berlatarkan warna
kuning  dengan saturasi coretan yang
pudar.

    Tema
yang diangkat dalam novel ini adalah tentang persahabatan, pendidikan, sosial
dan keamanan. Tidak seperti judulnya, 
isi dari  novel ini justru
memiliki alur yang tak disangka-sangka dan tak biasa. Dimana menceritakan persahabatan
sekelompok anak manusia yang biasa-biasa saja dan serba kekurangan dari segi
kepintaran, skill dan uang.

    Tokoh
utama dalam novel ini sangat banyak. Tak terfokus hanya dalam satu tokoh tapi
terbagi menjadi beberapa alur cerita yang berbeda lalu menyambung menjadi satu.
Namun ada satu tokoh kunci yang menjadi penggerak cerita menjadi lebih hidup di novel ini yaitu Dinah dan putrinya Aini, Inspektur Rojali, Debut Awaludin, Trio
Bastardin dan Duo Boron.

    Alkisah
ada anak perempuan miskin dan bodoh bernama Aini. Dia terkenal di sekolah
karena kebodohannya terhadap pelajaran terutama matematika. Dia phobia terhadap
pelajaran tersebut sampai-sampai badannya gemetaran tatkala pelajaran itu
berlangsung. Sifatnya tersebut ternyata berasal dari Ibunya juga yang sangat
terhadap pelajaran tersebut.

    Suatu
hari, Ayahnya Aini menderita penyakit misterius yang tak diketahui obatnya.
Selama tujuh bulan, ayahnya berbaring tak bisa bekerja dan mengharuskan Aini
untuk merawatnya. Hingga suatu hari ajal menjemputnya dan membuat Aini
bersedih. Dari situ Aini mulai merubah tekadnya dan jalan hidupnya, ia tak mau
terus-terusan berada di lingkaran kebodohan dan kemiskinan. Ia ingin mengetahui
penyakit dari bapaknya tersebut ditambah lagi adiknya juga memiliki gejala yang
sama seperti ayahnya. Akhirnya Ia bercita-cita menjadi seorang dokter di masa
depan nanti.

    Hidup
Aini setelah itu berubah, Ia tak lagi dicap anak yang malas. Justru ia menjadi
anak yang paling rajin di sekolah. Banyak bertanya sekalipun sudah dijelaskan berulang
kali. Tekadnya tak runtuh meski cacian dari teman dan gurunya menimpanya. Guru
Desi Mal, ialah guru yang ditakuti seantero sekolah akhirnya luluh karena tekad
Aini dalam belajar sangat besar.

    Di
sisi lain, Dinah ibu dari Aini nampak kebingungan, ia tak tau bagaimana cara
memperoleh dana untuk kelanjutan studi anaknya. Muncullah Debut Awaludin,
sahabat Dinah sewaktu kecil yang ingin membantunya. Debut mengumpulkan
kawan-kawan sekolahnya yang berjumlah sepuluh. Ya sekelompok murid-murid yang
terbelakang dari segi kepintaran dan finansial. Meskipun begitu Debut yang
memiliki jiwa pemimpin berhasil mengajak mereka untuk merencanakan sesuatu  demi menolong Dinah sebagai sahabat masa
kecilnya. Mereka berencana merampok uang bank demi mendaftarkan Aini ke fakultas
kedokteran!.

    Di
tempat lain, Inspektur Rojali dan pembantunya Sersan Arbi tampak kebingungan
dan bosan akan pekerjaannya sebagai polisi di Belantik. Nampaknya tak ada kasus
kejahatan di daerah tersebut. Semua terlihat aman di mata mereka. Sampai suatu
saat ada kasus perampokan Bank yang terjadi saat ada Pawai kesenian di kota
Belantik. Suasana yang rumai membuat aksi perampokan  tak bisa diketahui pelakunya karena aksinya
yang aneh tanpa mengambil secuil pun dari uang Bank.

    Masih
dalam lingkup Kota Belantik. Tak disangka ternyata ada makelar korupsi yang
begitu besar dan masif. Komplotan penjahat antara pejabat, pegawai dan
pengusaha yang tak lain adalah Trio Bastardin dan Duo Boron. Mereka adalah
musuh masa kecil kelompok terbelakang yang dipimpin Debut Awaludin. Mereka
melakukan korupsi dan mencuci uangnya dalam bentuk toko permata.  Namun tak ada seorang pun yang tau akan hal
itu !.

    Andrea
Hirata adalah penulis yang handal. Gaya kepenulisannnya yang khas membuat
pembaca terus penasaran akan alur cerita yang sulit ditebak. Andrea mampu
menghidupkan banyak tokoh dengan sifat dan kelakuannya yang begitu kompleks.
Bagi penulis pemula tentu itu sangat sulit karena membutuhkan keutuhan alur
cerita dan penokohan.

    Nilai-nilai
sosial yang dibahas pada novel ini kentara dengan kehidupan di masa kini.
Tentang korupsi yang merajalela, tentang pendidikan di Indonesia yang
bergantung pada uang, tentang ketimpangan golongan menengah kebawah yang luput
dari pemerintah. Tapi ada satu garis besar yang harus diambil dari novel ini
yakni bagaimana merubah kehidupan menjadi lebih baik dengan tekad yang kuat
seperti di contohkan Aini yang ingin sekolah ke Fakultas Kedokteran walau
Ibunya hanya penjual mainan keliling.

Saya pun mendapatkan sebuah petikan hikmah dari Bu Guru Desi Mal
yang berbunyi “Mereka yang ingin belajar, tak dapat diusir”
 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp