
Malang, 29 November 2025. Program One Pesantren One Product (OPOP) Malang memperkuat langkah pemberdayaan ekonomi pesantren melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi OPOP Malang 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Darun Nun, Sabtu malam pukul 19.00–22.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus OPOP, perwakilan pesantren, serta sejumlah dinas terkait yang berperan dalam pengembangan ekonomi berbasis pesantren.
Sektetaris OPOP Malang menyampaikan bahwa pesantren di masa kini tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan agama, melainkan juga sebagai ruang tumbuhnya kemandirian ekonomi. Ia menegaskan pentingnya santri memiliki keterampilan usaha yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi.
“Santri perlu dididik untuk mampu membaca peluang, menciptakan usaha, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ilmu agama harus berjalan seiring dengan kemampuan berproduksi dan berwirausaha,” ujar Wahyu Widodo
Hadir dalam rapat koordinasi tersebut antara lain KH. Halimi Zuhdy, Zaen Fuad, M.Pd., Agung dari Bappeda, Alif Bahrul Maghfiroh, Wahyudi Widodo selaku Sekretaris OPOP Malang, Rosyidi, Gus Nurul Yaqin, Ibu Elfi dari Dinas Ketahanan Pangan, serta Gus Solihin dari PP Alhayatul. Selain itu, para santri dan tim Nun Business Center (NBC) turut mengikuti agenda dengan antusias.

Fokus Program 2026: Tiga Pilar Penguatan Pesantren
Dalam rakor tersebut ditegaskan kembali arah pengembangan OPOP melalui tiga pilar utama, yaitu: (1) Santripreneur, yaitu pembinaan santri untuk memiliki keterampilan usaha dan menghasilkan produk bernilai jual, (2) Pesantrenpreneur, yaitu pengembangan unit usaha dan koperasi pesantren agar mampu mandiri serta berdaya saing. (3) Sosiopreneur, yaitu pemberdayaan alumni yang dikembangkan untuk dapat berperan dalam membangun ekonomi masyarakat secara luas. Melalui tiga pilar tersebut, lulusan pesantren diharapkan tidak hanya siap menjadi pendidik agama, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru dan terlibat dalam pembangunan ekonomi umat.
Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Rapat koordinasi juga menghasilkan peluang kolaborasi yang lebih kuat antara OPOP dan pihak pemerintah. Dalam pertemuan ini dibahas rencana pendampingan dan program bersama yang meliputi pelatihan pengolahan pangan, penguatan pemasaran produk pesantren, urban farming, budidaya ikan tawar, hingga pengelolaan maggot dari limbah makanan. Program ini ditujukan untuk menyiapkan pesantren agar lebih adaptif dan produktif dalam dunia usaha.
Pesantren sebagai Kekuatan Ekonomi Baru
Rakor OPOP Malang 2026 di Pondok Darun Nun menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi dan pemberdayaan santri. Melalui sinergi lintas sektor, pesantren diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi halal yang berkualitas serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan program ini, tahun 2026 diharapkan menjadi momentum percepatan bagi pesantren untuk naik kelas, berdaya saing, dan melahirkan generasi santri yang mandiri serta siap berkarya di tengah masyarakat.
“Kami sangat senang sekali, Darun Nun menjadi tempat Rakor OPOP 2026, karena santri kami tidak hanya belajar kitab kuning, tapi juga kitab bisnis” ujar kyai Halimi Pengasuh Darun Nun.
Pewarta: Pena Nun







