Selamat Muram

Oleh: Ghina Aulia

 

Selamat malam, Ibu Kota

Riuh ramai penghuni menambah rusuh suasananya

Aku pun sudah selesai,

Pekerjaanku sudah ku abadikan dalam bingkai-bingkai
kegagalan

 

Segala bentuk perjuangan telah pudar dihapus kekuasaan

Berbagai wujud pengharapan sudah punah dibunuh
kekerasan

Entah apa yang esok ‘kan kukerjakan

Mungkin menjemput kematian

 

Semakin malam semakin muram, duniaku semakin tak
karuan

Mengapa orang kecil sepertiku selalu ditumbalkan

Mirisnya, itu hanya demi kekayaan

Tak peduli kepala siapa yang telah dipenggal demi
kejayaan

 

Dari bawah lampu jalanan yang hampir padam

Ku lihat sekelompok penguasa menikmati hasil tawanya
di seberang

Cerutu di tangan menghanguskan jiwa kemanusiaan

Tentu mereka lupa akan ikrar yang dulu lantang
diucapkan.

 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp

Berita & Karya Terbaru