Semarak Hari Ke-3 MATSANUN 2026: Mahasantri Baru Darun Nun Menjelajah Dunia Literasi, Keterampilan Digital, dan Seni Bahasa

Rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Santri Darun Nun (MATSANUN) 2026 terus berlanjut dengan penuh antusiasme pada hari ketiga yang jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026. Sejak pagi hari, para mahasantri baru telah diajak untuk keluar dari lingkungan pesantren guna mengikuti agenda kunjungan literasi ke Perpustakaan Kota Malang yang berlokasi di kawasan ikonik Jalan Besar Ijen. Bertolak tepat pada pukul 09.00 WIB, kegiatan kaji lapangan ini dirancang secara khusus untuk memantik kesadaran serta membangun kebiasaan membaca di kalangan para santri. Sebelum melangkah ke ruang koleksi, seluruh peserta diwajibkan melakukan registrasi Kartu Tanda Anggota (KTA) perpustakaan secara mandiri dengan mengisi formulir digital melalui tautan Google Form yang disediakan oleh pihak pengelola.

Setelah proses administrasi selesai, para mahasantri diberi tantangan edukatif untuk berburu serta memilih satu karya literatur yang mengusung tema “Pentingnya Membaca”. Tidak berhenti pada tahap pencarian, setiap santri diwajibkan menelaah isi bacaan tersebut dan menuangkannya ke dalam sebuah ringkasan tulisan minimal dua paragraf sebagai bukti pemahaman. Pemandangan menarik terlihat di sepanjang lorong perpustakaan, di mana pancaran antusiasme tampak jelas dari raut wajah para santri yang begitu aktif menyusuri sudut demi sudut rak buku untuk menemukan referensi terbaik. Sesi literasi pagi yang penuh kesan ini kemudian diakhiri dengan dokumentasi foto bersama seluruh peserta dan panitia di area gedung Perpustakaan Kota Malang.

Memasuki sore hari sekitar pukul 15.30 hingga 17.00 WIB, ritme kegiatan bergeser ke ranah teknis dan teknologi informasi di mana seluruh peserta kembali berkumpul di Aula Blok H. Mengangkat materi ketiga yang bertajuk “Mengenal Dasar Editing Sebagai Media Dakwah”, agenda ini menghadirkan narasumber Moh. Rizal Haqqul Yaqin, S.Pd., GR. Dalam pemaparannya, beliau menekankan betapa krusialnya penguasaan media visual dan teknik penyuntingan konten bagi para santri di era modern. Materi ini dibawakan dengan tujuan membekali para mahasantri baru dengan wawasan serta keterampilan praktis dalam mengolah visual, sehingga potensi kreativitas mereka dapat tersalurkan menjadi sarana dakwah yang tidak hanya positif, tetapi juga segar, adaptif, dan komunikatif di tengah lanskap media digital saat ini.

Memasuki malam hari mulai pukul 19.30 hingga 21.00 WIB, atmosfer MATSANUN 2026 di Aula Blok H berganti menjadi lebih kontemplatif dan puitis lewat pelaksanaan materi selanjutnya. Mengusung tema “Memahami Sebuah Karya: Mengukir Potensi Diri Melalui Seni Merangkai Kata”, sesi ini menghadirkan pemateri Abi Halimi Zuhdy dengan didampingi Akhmad Zamzami yang bertindak sebagai moderator. Lewat diskusi interaktif ini, narasumber mengajak para peserta untuk menyelami keindahan dunia literasi dan seni kepenulisan sebagai medium eksplorasi potensi diri. Para santri diajak memahami bahwa setiap kata yang dirangkai memiliki kekuatan besar untuk menyampaikan gagasan, rasa, dan nilai kebaikan. Melalui seluruh paduan agenda dari pagi hingga malam tersebut, Pondok Pesantren Darun Nun membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi mahasantri yang seimbang: unggul secara spiritual, berwawasan literasi luas, terampil memanfaatkan teknologi, serta peka dalam berkarya.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp