
Malang, 24 Oktober 2025, Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, santri Pondok Pesantren Darun Nun menggelar kegiatan Pengabdian Literasi Sekolah di SMP Sunan Giri Malang. Kegiatan ini merupakan semangat representasi nyata dari “Berbahasa dan Berkarya” yang merupakan motto dari Pondok Pesantren Darun Nun.
Tujuan dari program ini adalah mengenalkan, mendidik, dan membentuk karakter literat siswa sejak dini. Manfaat dari program ini para siswa menghasilkan karya buku antologi memoar yang berjudul “Ceritaku Menjadi Santri”. Para santri Darun Nun berperan sebagai fasilitator dan mentor dalam proses pembuatan karya tulis siswa.

Ibu Dra. Sri Yuni selaku Kepala Sekolah SMP Sunan Giri Malang mengapresiasi penuh dan melihat program ini sebagai upaya menumbuhkan semangat literasi di kalangan anak muda, lebih-lebih kepada siswa yang menjadi wajah dan masa depan bangsa. Ia juga menegaskan kegiatan ini menjadi sarana kolaboratif antara pesantren dan lembaga pendidikan formal dalam menghidupkan budaya literasi di kalangan generasi muda.
“Alhamdulillah anak-anak kami sangat antusias. Mereka merasa senang dengan kegiatan ini, bahkan mengharapkan kakak-kakak mentornya datang lagi ke sekolahnya untuk mengajarkan cara menulis karya” Tanggapan Ibu Dra. Sri Yuni, menyambut baik program pengabdian literasi sekolah Darun Nun.
Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini mencerminkan transformasi pendidikan pesantren di era kontemporer. Santri tidak hanya ditempa dalam bidang keagamaan, tetapi juga diharapkan memiliki kepekaan sosial dan kemampuan literasi yang kuat. Hal ini sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional yang dicanangkan pemerintah sejak 2015, yaitu membangun kemandirian, kebangsaan, dan kecerdasan umat.

Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, para santri Darun Nun menunjukkan bahwa pesantren tetap relevan dan selalu berperan aktif dalam membangun literasi bangsa. Dari ruang-ruang kelas sederhana, semangat para santri terus menyalakan api pengetahuan bagi masa depan Indonesia yang berilmu dan berakhlak.
Pewarta: Siti Rahmatillah







